0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sopir Feeder Ugal-Ugalan, Laporkan ke Dishub!

Feeder, angkutan pengumpan BST (dok.timlo.net/red)

Solo — Pengemudi angkutan pengumpan BST (Batik Solo Trans) atau feeder dilarang mengemudikan armada lebih dari 30 km/jam. Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo Taufiq Muhammad meminta aturan tersebut dipatuhi guna mendukung layanan transportasi umum.

“Aturan ini sesuai SOP pelayanan BST yang berlaku bagi pengemudi BST maupun feeder. Batas kecepatan harus diperhatikan, tidak boleh ugal-ugalan. Khusus sopir feeder kami arahkan tidak rebutan penumpang,” beber Taufiq, Rabu (5/4).

Pihaknya juga mengimbau kepada para sopir feeder maupun angkutan umum armada lama tidak mengakut penumpang tidak melebihi kapasitas. Yakni batas daya angkut 12 orang. Pengemudi juga wajib memakai seragam dan lengkap dengan identitas nama pengemudi dan perusahaan.

“Identitas ini agar penumpang mudah mengenali sopir. Kalau pelayanan kurang baik, penumpang bisa melaporkan tindakan pengemudi ke Dishub,” tegasnya.

Selain itu, waktu pelayanan feeder maupun angkuta umum dimulai pukul 05.30 – 18.00 WIB. Operasional minimal 6 rit/hari dengan jarak antar kendaraan (headway) saat waktu puncak paling lama 10 menit. Sedangkan waktu non puncak paling lama 15 menit. Pengemudi feeder maupun angkuta dilarang ngetem sembarangan.

“Jika semua ketentuan itu dijalankan dengan baik, tentu mereka juga yang untung. Otomatis pelayanan baik akan meningkatkan minat masyarakat untuk beralih ke transportasi umum,” ujar Taufiq.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge