0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bapak Pemakai, Anak Jadi Pengedar, Dua-Duanya Masuk Bui

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net — FG (17), remaja putus sekolah di Samarinda, Kalimantan Timur, diringkus polisi, Senin (3/4) malam kemarin. Akibat tindakan nekatnya menjadi kurir sabu, dia harus menyusul ayahnya di penjara.

Penangkapan FG bermula saat polisi mengendus akan ada transaksi sabu di kawasan Stadion Sempaja, Jl KH Wahid Hasyim, Samarinda. Petugas kemudian mendatangi seorang pria, yang terlihat ada di kawasan stadion dan melakukan penyamaran sebagai pemesan sabu.

Semula, FG berdalih dia tak membawa sabu. Namun dia tak berkutik saat polisi menggeledah pakaiannya.

“Kita temukan sabu di dalam teh kotak yang dia bawa. Kemudian juga ada sabu di dalam kantong celananya,” kata Kasat Reserse Narkoba Polresta Samarinda, Kompol Belny Warlansyah, di kantornya, Selasa (4/4).

“Ada 3 bal sabu yang dia bawa seberat 1 ons dalam teh kotak, dan 31,96 gram di kantongnya. Semua itu kita dapatkan saat tangkap tangan transaksi dengan petugas,” sambung Balny.

Kepada polisi, FG mengatakan, sabu senilai Rp 150 juta yang dibawa atas perintah seseorang.

“Pengakuannya baru sekali ini disuruh. Tapi kok jumlah sabunya tergolong banyak, 3 bal seberat 1 ons? Apalagi usianya yang masih di bawah umur, patut kita sayangkan ya,” sebut Belny.

FG juga mengakui sebagai pemakai karena frustasi setelah perceraian orangtuanya. “Bapaknya juga masuk penjara kasus narkoba, dan dia dapat imbalan Rp 500 ribu mengantar paket sabu itu,” jelas Belny.

FG tak tahu siapa yang akan mengambil paket sabu tersebut.

“Tidak tahu paket ini tujuan ke mana. Saya juga tidak tahu sabunya ada sebanyak ini,” kata FG.

“Ibu saya tinggal di Anggana, saya tinggal di Sungai Dama, bapak saya dipenjara. Bapak saya itu bukan pengedar, tapi pemakai saja,” ungkapnya.

Selain sabu 131 gram, petugas juga menyita uang tunai Rp 500 ribu, bungkus teh kotak tempat menyimpan sabu, serta telepon selular milik FG. FG kini meringkuk di sel penjara, dan dia dijerat dengan Undang-undang No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

[lia]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge