0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkab Prihatin, Banyak Pedagang Terjerat Lintah Darat

Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno (agung widodo)

Sragen – Banyaknya pedagang di sejumlah pasar tradisional yang disinyalir terjerat piutang dengan rentenir atau lintah darat membuat Pemkab Sragen prihatin. Pemkab bakal merangkul Bank Indonesia (BI) untuk membuat semacam lembaga keuangan yang nantinya bisa dimanfaatkan pedagang untuk pinjam modal.

”Jadi rentenir ini sangat memperihatinkan, kita akan bekerjasama dengan BI untuk mengatasi masalah ini,” kata Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno, Selasa (4/4).

Dedy menyatakan, Pemkab kerjasama dengan BI untuk membantu para pedagang yang terjerat hutang pada rentenir dengan bunga yang mencekik. Para rentenir ini biasa berkeliaran di Pasar Kota Sragen, Pasar Gemolong dan Pasar Gondang.

Menurut Dedy, biasanya para pedagang  tersebut awalnya tergiur dengan kemudahan yang ditawarkan rentenir lantaran cepat cair dan tanpa agunan. Masalahnya, tanpa disadari sebenarnya bunga yang diberikan itu sangat mencekik pedagang.

”Jadi bunganya per hari, dan penagihannya per hari. Memang mudah tanpa agunan, tapi kalau tidak bisa bayar rentenir ini akan mengambil barang yang dimiliki pedagang semaunya,” terang Dedy.

Mengenai kerjasama dengan BI sendiri pihaknya baru membuat formulasi yang tepat untuk bisa diterapkan. Misalnya, memberikan pinjaman dengan bunga yang masuk akal. Selain itu untuk pembayaran cicilan bunga akan dilakukan per hari dengan nilai yang masuk akal sehingga tidak memberatkan pedagang.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge