0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sering Banjir, Sedimentasi Kali Pleret Mendesak Dikeruk

Banjir di wilayah Grogol, Sukoharjo, beberapa waktu lalu (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Hujan lebat yang terjadi pada Hari Senin (3/4) sejak siang hingga malam mengakibatkan sejumlah aliran sungai meluap ke pemukiman warga. Di Dukuh Babad, Desa Manang, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, air masuk ke rumah warga hingga ketinggian mencapai 25 cm pada pukul 22.00 WIB, dan baru berangsur surut Selasa (4/4) pagi.

“Dari laporan warga dan pihak desa, ada sekitar 25 rumah penduduk di Dukuh Babad, Desa Manang, Grogol terdampak banjir luapan Sungai Pleret. Namun genangan tidak terlalu lama dan berangsur surut  seiring dengan hujan yang mulai reda,” kata Kepala BPBD Sukoharjo, Suprapto, Selasa (4/4).

Meskipun ketinggian air mencapai 25 cm masuk ke dalam rumah, warga terdampak masih tetap bertahan di dalam rumah. Hal ini dikarenakan tidak kali ini saja banjir terjadi di lokasi tersebut, namun hampir dipastikan setiap hujan lebat dengan intesnitas yang cukup lama pasti terjadi banjir.

Pihak Badan Penanggulanagn Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo telah melakukan kordinasi dengan DInas Pekerjaan Umum untuk melakukan engerukan sedimentasi di Sungai Pleret. Pasalnya, selama ini sungai yang terletak di tengah perkampungan antara Desa Manang dengan Desa Sanggrahan tersebut sudah cukup lama tidak dilakukan normalisasi sehingga sedimentasinya cukup tinggi dan menghambat laju air.

“Pasca kejadian kemaren, kita seudah melakukan kordinasi bersama anggota DPRD serta Dinas PU yang dalam hal ini diwakili bidang SDA untuk mengeruk sedimentasi. Karena tidak hanya Desa MAnang saja yang terdampak, namun juga di Desa Sanggrahan, Grogol,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge