0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ledakan Bom di Rusia, 11 Orang Tewas

Kereta yang terkena ledakan. (Dok: Timlo.net/ ABC News.)

Timlo.net—Paling tidak 11 orang meninggal, Senin (3/4) setelah bom meledak dalam sebuah kereta api bawah tanah yang melaju antara dua stasiun kereta di St. Petersburg, Rusia. Ledakan itu terjadi pada 14:40 waktu setempat di antara Stasiun Ploshad dan the Technological Institute. Paling tidak 45 orang dirawat di rumah sakit akibat ledakan itu.

Komite Penyelidikan Rusia menyebut bom itu sebagai alat peledak yang belum dikenali. Komite itu merupakan otoritas penyelidikan federal utama di negara. Mereka telah membuka penyelidikan kriminal pengeboman yang digolongan sebagai sebuah serangan teroris. Foto-foto yang beredar menunjukkan para penumpang lari dari stasiun kereta yang dipenuhi asap.

Sebuah alat peledak yang dipasangi dengan pecahan peluru juga ditemukan di stasiun ketiga di Kota St. Petersburg, the Ploshchad Vosstaniya. Bom ini dijinakkan oleh tim penjinak bom dan tidak ada seorang pun yang terluka, kata pihak berwenang.

Media Rusia memberitakan jika pihak berwenang percaya jika serangan bom ini adalah serangan bunuh diri. Pelakunya adalah seorang berusia 23 tahun dari Asia Tengah. Juru bicara Kremlin Dmitri Peskov berkata jika teori serangan bunuh diri itu belum dikonfirmasi oleh para penyelidik.

Dmitri berkata jika Presiden Rusia Vladimir Putin sudah mengetahui hasil awal penyelidikan. Putin yang berada di St. Petersburg untuk sebuah acara, berbicara di depan kamera setelah ledakan itu. Dia berdiri bersama Presiden Belarus, Aleksander Lukashenko. “Penyebabnya belum jelas dan jadi masih terlalu awal untuk berbicara tentang itu, penyelidikan akan menunjukkan hasilnya. Tapi, tentunya kami selalu menyelidiki semua versi, biasa dan kriminal—di atas semuanya, peristiwa-peristiwa bersifat teroris,” ujarnya.

Seluruh sistem kereta bawah tanah St. Petersburg ditutup dan dievakuasi setelah kejadian itu. Sistem kereta itu sendiri melayani 2 juta pengguna kereta setiap harinya. Sekarang, layanan kereta bawah tanah berjalan normal.

Rusia akan memberlakukan waktu berkabung selama tiga hari di St. Petersburg dimulai Selasa waktu setempat.

Sumber: ABC News.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge