0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Isi Tuntutan Tim Lima kepada Pihak Dewan Adat

GPH Puger didampingi kuasa hukumnya, Asri Purwanti mendatangi Polresta Solo untuk memenuhi panggilan terkait laporan salah seorang anggota Tim Lima (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Plt Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Puger telah memenuhi pemanggilan polisi terkait pelaporan pihak Satuan Tugas Panca Narendra atau Tim Lima, Senin (3/4). Laporan tersebut berisi beberapa hal. Salah satunya, pengrusakan cagar budaya.

“Cagar budaya tidak hanya bangunan fisik saja, tapi segala hal didalamnya. Kami sudah melaporkan saya dengar Puger sudah dipanggil kepolisian untuk dimintai keterangan,” beber Ketua Satgas Panca Narendra, GPH Benawa saat jumpa pers di Sasana Putra, Senin (3/4).

Sementara itu, KGPHPA Tedjowulan menegaskan, cagar budaya adalah bangunan fisik keraton dan segala kegiatan didalamnya. Seperti prosesi adat Tingalan Jumenengan Dalem.

“Ini jelas dan sudah kami tanyakan ke dinas terkait. Intinya jumenengan itu cagar budaya yang harus tetap dilakukan selama masih bisa dilakukan,” tandas Tedjowulan.

Disinggung soal dewan adat yang masih terus mempertanyakan kelegalan hukum dari Satgas Panca Narendra. Pihaknya menjawab bahwa sesuai Kepres No 23 Tahun 1988 kekuasaan keraton ada ditangan Raja. Artinya saat ini kekuasaan di Pakubuwana (PB) XIII bisa melakukan apa saja ternasuk membentuk satgas.

“Satgas ini dibentuk isinya bukan orang luar melainkan adik-adik Sinuhun sendiri. Tujuannya supaya keluarga besar bisa rukun kembali,” kata Tedjowulan.

Lebih jauh ditegaskan, kekuasaan tertinggi kerajaan seharusnya ada ditangan Sinuhun PB XIII dan sudah seharusnya dipatuhi. Pasalnya seorang raja yang saat ini diduduki PB XIII dapat menempuh jalur hukum dalam menyelesaikan konflik.

“Tapi Sinuhun mau pakai asas kekeluargaan asal semuanya patuh,” tuturnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge