0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ojek Pangkalan Protes, Minta Ojek Online Tak Beroperasi di Bumi Intanpari

Karanganyar – Paguyuban ojek pangkalan mendesak Pemkab Karanganyar melarang operasional ojek online di Bumi Intanpari. Ojek online dianggap merusak tatanan usaha dan menyerobot pelanggan ojek tradisional.

“Mereka (ojek online) ngetem di pangkalan kami tanpa permisi. Jelas-jelas kami kalah bersaing dengan mereka yang lebih baik dalam penampilan dan sarana modern,” kata Anggota Paguyuban Ojek Lestari, Ngatwono Sastrowiyono kepada wartawan, kemarin.

Masuknya ojek online ke Karanganyar, menurut dia, bukan hanya menurunkan penumpang. Namun juga mengambil penumpang di tempat pemesanan.

Hal itu, menurutnya, bisa melahap lahan bisnisnya dari para konsumen yang mulai beralih ke aplikasi pemesanan jasa online. Lebih menyakitkan lagi, pangkalan para pengemudi ojek konvensional dipakai juga tempat mangkal saingannya itu.

“Kami mendesak Pemkab jangan memberi izin operasional ojek online. Kalau bisa menyuruh mereka melayani luar Karanganyar saja. Hanya ini satu-satunya pekerjaan yang diandalkan. Apa harus gulung tikar?” lanjutnya.

Ketua Paguyuban Ojek Lestari, Ali Mashuri menanti sikap tegas Pemkab melarang operasional ojek online. Saat ini terdata 83 tukang ojek paguyubannya yang tersebar di beberapa lokasi, seperti Bejen 20 orang, terminal 35 orang, posko paguyuban 10 orang, Taman Pancasila 10 orang dan Beji delapan orang.

Melihat kemajuan usaha jasa transportasi, pihaknya tak memungkiri ojek konvensional butuh perbaikan pelayanan. Satu diantaranya penyeragaman busana supaya memudahkan pelanggan mengenali penyedia jasanya. Ia mengingatkan seluruh anggota menahan diri agar tidak bentrok dengan ojek online.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge