0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Isu Penculikan Marak, Orang Gila Ikut Ditangkap

ilustrasi pencuri (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Isu penculikan terhadap anak santer beredar di kalangan masyarakat. Sepekan terakhir, warga Empat Lawang, Sumatera Selatan, menangkap dua orang yang dituding pelaku penculikan anak karena dicurigai gerak-geriknya. Secara kasat mata, dua orang tersebut justru mengalami gangguan jiwa alias orang gila.

Pada 18 Maret lalu, warga Desa Taba, Kecamatan Saling, mengamankan seorang perempuan berinisial KUS (56) yang diketahui berasal dari Lokseumawe, Nangroe Aceh Darussalam. KUS dicurigai karena berjalan sambil membawa karung dan kabur begitu ditegur.

Lalu, warga Tanjungning Simpang, Kecamatan Saling, juga menangkap seorang perempuan berinisial MUL (34), warga Pekanbaru, Riau. Lagi-lagi, dia diamankan karena diduga pelaku penculikan anak yang meresahkan.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Bayu Dewantoro membenarkan kejadian itu. Keduanya diserahkan warga ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Benar, ada dua orang yang dicurigai dan dituduh penculik anak, semuanya ditangkap warga,” ungkap Bayu, Jumat (24/3).

Namun dari hasil pemeriksaan, kata dia, tidak ada bukti kuat bahwa keduanya merupakan pelaku yang patut dicurigai. Justru, keduanya lebih cenderung disebut orang gila karena sulit diajak komunikasi dan bau badannya menyengat hingga seisi kantor.

“Baunya minta ampun, pakaiannya kumal. Mana mau kencing sembarangan, dekat ruangan penyidik, asal-asalan. Kita mau tes dulu apakah memang gila atau hanya modus saja,” ujarnya.

Bayu mengapresiasi kewaspadaan warga terhadap aksi kejahatan di lingkungannya, termasuk isu penculikan yang muncul sejak beberapa pekan terakhir. Namun, dirinya mengimbau tidak mudah terpancing dan asal menangkap jika tidak memiliki bukti kuat.

“Warga memang harus lebih waspada, kita apresiasi dan terima kasih, jangani jadi korban. Tapi belum tentu yang ditangkap itu pelakunya, bisa saja orang terlantar atau orang gila,” kata dia.

Agar warga tidak terprovokasi, pihaknya mengeluarkan maklumat tertanggal 23 Maret 2017 yang berisi penyebaran informasi hoax isu penculikan anak. Warga diminta tidak mudah percaya dengan isu-isu menyesatkan sehingga berpotensi menimbulkan keresahan.

[rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge