0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Akibat Subsidi BBM Dicabut, Indonesia Jadi Nett Importir Migas

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Pendapatan minyak dan gas (migas) dalam negeri terus menurun. Hal ini sangat berkaitan dengan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mencabut subsidi bahan bakar minyak (BBM) di 2015 lalu.

Direktur Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani mengatakan, dalam 4 tahun terakhir Indonesia sudah menjadi negara pengimpor minyak atau nett importir migas. Artinya, minyak yang diimpor sudah lebih banyak dari yang diekspor.

“Sebelum 4 tahun ke belakang itu kita masih positif importir, masih banyak ekspor. Tapi sekarang cadangan devisa migas terus tergerus karena kita nett importir minyak,” kata Askolani dalam acara Economic Challenges di Jakarta, Jumat (24/3).

Kondisi Indonesia seperti itu tentu saja berdampak pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Pada 2008, penerimaan migas negara mencapai Rp 300 triliun. Kemudian di 2012-2014, pendapatan ini meningkat jadi Rp 350 triliun.

“Namun demikian, di 2012-2014 itu subsidi energi kita lebih Rp 350 triliun. Jadi uang pendapatan migas habis untuk subsidi,” kata Askolani.

Askolani mengakui, ekonomi Indonesia terselamatkan saat pemerintah Jokowi mencabut subsidi BBM di 2015. Sebab, pendapatan migas saat ini juga anjlok karena rendahnya harga minyak dunia.

“Untungnya di 2015 pemerintah mengubah kebijakan dan subsidi di 2016 di bawah Rp 100 triliun. Namun, pendapatan migas juga turun jadi Rp 80 hingga Rp 90 triliun. Kalau saja kebijakan tak diubah, habis kita karena migas anjlok dari Rp 350 triliun jadi di bawah Rp 100 triliun.”

[bim]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge