0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pembangunan PLTSa Putri Cempo Terkendala Lahan

Beberapa ekor sapi tengah mencari makan diantara gundukan sampah di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo (dok.timlo.net/david fajar)

Solo – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo terkendala lahan yang dipenuhi tumpukan sampah. PLTSa dengan teknologi plasma pasifikasi yang akan dibangun PT Solo Citra Metro Plasma Power diperkirakan membutuhkan lahan sekitar dua hektar. Sementara lahan kosong yang tersedia hanya 1,8 Hektar.

“Kita sedang merancang konstruksi pembangkit listriknya,” kata Direktur Utama PT Solo Citra Metro Plasma Power, Elan Syuherlan, Rabu (15/3).

Meski masih dalam proses perancangan, lahan yang dibutuhkan diperkirakan mencapai dua hektar. Sementara kondisi Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Putri Cempo saat ini dipenuhi tumpukan sampah Kota Solo sejak tahun 1986. Bila PLTSa dipaksakan dibangun di atas tumpukan sampah tersebut, dikhawatirkan bangunan akan tidak stabil.

Pembangunan fisik PLTSa sendiri dijadwalkan awal 2018 mendatang. Meski demikian, pengosongan lahan dari tumpukan sampah harus segera dilakukan agar pembangunan tidak meleset dari jadwal.

“Kita minta Pemkot supaya sampah yang ada di lahan yang akan kita pakai dipindahkan,” kata dia.

Saat ini, PT Solo Citra Metro Plasma Power sedang merancang detil PLTSa yang ditargetkan rampung September mendatang. Setelah itu, perusahaan pemegang konsesi pembangkit listrik Putri Cempa itu akan mengurus izin pembangunan dan dokumen-dokumen pendukung. Beberapa di antaranya studi kelayakan, studi penyambungan listrik, dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL/UPL), dan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). Proses perizinan ditargetkan kelar sebelum 2017 berakhir.

“Kalau semua lancar, pembangunan lancar, kuartal keempat 2019 sudah bisa beroperasi,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge