0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kamar RSUD Semanggi 80 Persen Kelas II dan III

Anggota Komisi I DPRD Solo,, Hartanti (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Semanggi lebih mengutamakan pelayanan untuk masyarakat kelas bawah. Rencananya, sebanyak 80 persen kamar yang akan dibangun menyasar untuk kelas II dan kelas III yang digunakan untuk rawat inap.

“Banyak masyarakat kalangan menengah ke bawah yang tidak terlayani di rumah sakit swasta. Mengingat, rumah sakit swasta saat ini lebih banyak menyediakan kamar VIP maupun VVIP. Sedangkan, warga yang mendapat JKN hanya dicover dengan layanan kamar Kelas II dan Kelas III,” terang Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Solo, Hartanti, Rabu (8/3) siang.

Terkait anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan RSUD Semanggi, Hartanti mengaku, membutuhkan anggaran sebesar Rp 217 miliar. Jumlah tersebut membengkak dari jumlah awal yang diajukan Pemkot Solo senilai Rp100 miliar.

“Anggaran itu digunakan untuk gedung enam tingkat dengan jumlah kamar kelas II dan III mencapai 200an kamar,” terang politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Solo, Paulus Haryoto mengaku jika pengajuan anggaran untuk pembangunan RSUD Semanggi dilakukan sebelum Detail Engineering Design (DED). Sehingga wajar ketika terjadi pembengkakan anggaran hingga dua kali lipat lebih. Meski begitu, hal ini bukan persoalan besar. Sebab nantinya pada APBD perubahan akan ditambahkan lagi untuk mendukung pembangunan RSUD Semanggi.

”Lagi pula kita juga masih punya kesempatan untuk mengajukan anggaran ke pusat. Tinggal nantinya kesepakatan antara eksekutif dan legislatif saja untuk menutup kebutuhan anggaran ini,” terangnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge