0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hati-Hati Gunakan Cotton Bud! Ini Resikonya

(dok.timlonet/indira)
Solo — Membersihkan telinga menggunakan cotton bud sudah cukup familiar di kalangan masyarakat. Selain cara penggunaan yang ringkas dan cepat. Cotton bud yang berbentuk gagang kecil dengan kapas di tiap ujungnya ini banyak ditemui di warung-warung. Namun, pembersihan telinga menggunakan cotton bud ternyata dianggap tidak aman bagi kesehatan.

“Memasukkan benda asing ke dalam rongga telinga bisa mengakibatkan membuat kotoran semakin terdorong masuk. Bukannya bersih malah kotoran menumpuk,” beber dokter spesialis THT (telinga, hidung, dan tenggorokkan), Dr Novi Primadewi SpTHT KL MKes saat sosialisasi World Hearing Days di PAUD Taman Ceria, Solo, Jumat (3/3).

Dijelaskan lebih lanjut, bahaya penggunaan cotton bud lainnya adalah ketika pengguna tidak menyadari kapas yang lepas. Batang yang tidak dilapisi kapas bisa melukai telinga bahkan membuat gendang telinga pecah. Maka, Dewi menyarankan, penggunaan cotton bud hanya untuk membersihkan bagian luar telinga saja.

“Paradigma masyarakat banyak yang kurang pas terutama saat membersihkan rongga telinga dengan cotton bud. Sejauh ini gangguan yang paling banyak ditemukan adalah anak kurang menyadari kesehatan telingan, misalnya pendengarannya menurun tapi tidak mau cerita ke orangtua. Mungkin takut atau tidak merasakan nyeri, apalagi kalau orangtua kurang peduli,” jelas dia.

Ia menilai, penurunan pendengaran dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Karena hal tersebut bisa berdampak pada ekonomi, pendidikan, dan berbagai aspek kehidupan lainnya. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau pada masyarakat agar mengadakan screening pada telinga  kesehatan sedini mungkin.

“Untuk pembersihan telinga saya sarankan rutin 6 bulan sekali diperiksakan serta melakukan cek kesehatan,” jelas Novi.

Dia berharap, penanganan gangguan pendengaran tidak hanya saat sudah terjadi luka atau gangguan saja. Melainkan, masyarakat juga paham cara pencegahannya.

“Tindakan prefentif dimulai dari yang sederhana, jangan sering mendengarkan suara yang bising. Misalnya  knalpot dibuat blar, mendengarakan musik seharian, jarang membersihkan telinga, membiarkan penyakit telinga seperti berdengung. Itu salah satu tanda gangguan,” tegasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge