0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kedai Ini Memasyarakatkan Ngopi Sehat

Menikmati kopi di Quinic Coffe, Jombor, Sukoharjo (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Belakangan ini kedai kopi mulai banyak dijumpai di Solo maupun Sukoharjo dengan beraneka ragam konsep yang ditawarkan. Namun dari semua kedai yang ada, ada satu kedai yang lahir dikarenakan keinginan sang pemilik untuk memasyarakatkan kopi sehat.

“Sebenarnya minum kopi itu bisa menyehatkan kalau kopinya sendiri disajikan dengan cara yang tepat. Hanya saja masyarkat sekarang ini minum kopi dengan cara yang menurut saya salah,” kata pemilik Quinic Coffe, Jombor, Sukoharjo, Septian Tino Pangarso, Sabtu (18/2).

Berbekal pengalaman selama tiga tahun menjadi barista di sebuah coffe shop ternama di Semarang, pria asli Sukoharjo ini memutuskan membuka kedai sendiri. Dengan ditemani sang istri tercinta, Septian membuka kedai sederhannya mulai jam 17.00 WIB hingga jam 24.00 WIB.

Tidak hanya menyajikan kopi yang jenisnya bermacam-macam dan dari daerah seluru nusantara saja di kedai yang lebih mirip warung angkringan ini. Pelanggan bisa bertanya dan sharing semua hal tentang kopi, mulai dari sejarahnya sampai segelas kopi siap saji.

“Kita di sini menggunakankopi dari dalam negeri karena memang kopi di Indonesia pada umumnya kualitasnya sudah sagat bagus. Dan dari daerah lain juga memiliki taste yang lain-lain juga, sering pelanggan kita ajak sharing dan mencoba kopi-kopi baru,” ungkapnya.

Mas Asep, begitu panggilan akrab dari para pelanggan setianya, meskipun baru buka beberapa bulan yang lalu. Di Quinic Coffe selain menikmati kopi juga bisa belajar ilmu dan prkatik cara menyajikan kopi yang sehat dan nikmat.

Memang sejak awal mendirikan kedai kopi, niat utamanya adalah ingin memasyarakatkan minum kopi yang sehat denan proses penyajian yang benar. Selain itu juga ingin mewujudkan mimpi sewaktu kecil yang sangat kepengen mempunyai coffe shop sendiri.

“Di dalam biji kopi ada sebrbagai macam zat, dan yang selama ini mengakibatkan kembung dan maag kambuh adalah zat karbonnya. Jadi harus dikeluarkan dahulu melalui metode infusion, baru diseduh sesuai selera,” tegas pria yang sebelumnya tidak suka kopi hitam ini.

Namun niat baiknya itu tidak selalu mendapat respon yang baik pula dari masyarakat. Untuk merubah kebiasan ngopinya orang di Sukoharjo khusunya diakui sangat-sangat sulit sekali, sehingga belum begitu banyak orang yang bisa menikmati sajian kopi sehat ini.

Kondisi ini tidak lantas membuat barista yang tidak pelit berbagai ilmu putus asa dan berhenti di tengah jalan. Dan dari kegigiahannya dalam melawan arus kebiasaan ngopi masyarakat Sukoharjo ini, sedikit demi sedikit mulai menampakkan hasil.

“Saya sering sekali ke sini, tapi jujur saya banyak nanyanya ketimbang ngopinya, karena ngopi satu porsi bisa tanya puluhan kali. Dan dari sini juga saya tahu dan mulai tertarik tentang kopi yang sehat itu tadi,” tandas salah satu pengunjung, Arvindo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge