0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Curah Hujan Tinggi, Petani Durian Gagal Panen

Pedagang Durian. (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Wonogiri — Anomali cuaca yang terjadi belakangan ini menyebabkan petani durian di Wonogiri merugi alias gagal panen. Curah hujan yang berlebih membuat bunga durian berguguran. Sehingga yang mestinya bulan-bulan ini memasuki musim panen durian, kini banyak yang tidak panen.

”Kalau diprosentase, yang tidak bisa panen lebih dari 50 persen,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Safuan, Jumat (17/2).

Gagal panen durian tersebut, kata dia dirasakan dibeberapa kecamatan yang merupakan pengahasil buah durian di Wonogiri. Diantaranya Kecamatan Ngadirojo, Sidoharjo, Girimarto, Jatisrono, Jatipurno, Slogohimo, Bulukerto, Puhpelem, Purwantoro, hingga Kismantoro, Manyaran dan Eromoko.

“Biasanya panen durian berlangsung antara bulan Desember, Januari, dan Februari. Di bulan Februari seperti sekarang ini, biasanya sudah banyak penjual durian di pinggir-pinggir jalan raya. Tapi sekarang hanya beberapa orang saja,” katanya.

Rimo (44), Ketua Kelompok Tani Unggul Jati Dusun Pogog, Desa Tengger, Kecamatan Puhpelem mengatakan, tahun 2016 lalu, hujan tetap turun meskipun kemarau sehingga merontokkan bunga durian.

“Kalau cuaca seperti ini, saya yakin semua hampir terjadi pada semua petani durian,” jelasnya.

Sedangkan, imbuh Rimo, jenis durian yang dibudidayakan merupakan jenis unggulan yang saat ini dikenal jenis durian Pogog.

Wong jenis unggulan saja tidak berbuah apalagi jenis lokal,” tandas dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge