0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Aksi 112, NU & Muhammadiyah Sragen Tak ke Jakarta

Silaturahmi dan Sarasehan Ormas dan Polres Sragen (dok.timlonet/agung widodo)

Sragen – Adanya rencana aksi massa 112 (11/2) yang bakal berlangsung di Jakarta membuat Polres Sragen khawatir. Hal ini ditunjukkan dengan mengundang pimpinan dari organisasi masa (Ormas) Islam di Bumi Sukowati untuk duduk bersama.

“Saya mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh pada kegiatan di Jakarta. Karena itu sudah berbau politik,” kata Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso, Kamis (9/2).

Pihaknya mengajak Ketua Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) dan Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Sragen untuk memberikan imbauan kepada anggotanya agar tidak datang ke Jakarta. Selain itu Kapolres juga mengundang Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memberikan masukan terkait aksi 112 tersebut.

“Saya minta kedua Ormas ini untuk tidak terbawa-bawa pada politik, tetap menjaga marwahnya sebagai organisasi Islam,” jelas AKBP Cahyo Widiarso.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Sragen Bambang Samekto menyambut baik keputusan PCNU dan PD Muhammadiyah yang tidak bakal mengerahkan massa untuk bergerak menuju Jakarta.

Sementara saat ditemui wartawan usai acara Silaturahmi dan Sarasehan di Ruang Pesat Gatra Mapolres, Ketua PD Muhammadiyah Sragen Abdullah Afandi menyatakan, Muhammadiyah Sragen tidak akan memberangkatkan anggotanya untuk menghadiri Aksi 112 di Jakarta. Apalagi waktu dilaksanakan aksi mendatang, Jakarta sudah memasuki masa tenang Pilkada.

“Itu sudah instruksi dari PP Muhammadiyah ikuti aturan yang resmi pemerintah. Jadi regulasi yang ada di pemerintah secara resmi Muhammadiyah wajib mengikuti,” terang Abdullah.

Meski demikian pihaknya tidak bisa mencegah kalau ada anggotanya yang tetap nekat berangkat ke Jakarta.

“Itu hak pribadi. Tapi saya tetap menganjurkan untuk tidak berangkat,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge