0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Google Doodle Rayakan Ulang Tahun ke-92 Pramoedya Ananta Toer

Google Doodle Pramoedya Ananta Toer. (Dok: Timlo.net/ Time.com)

Timlo.net—Google merayakan hari ulang tahun ke-92 Pramoedya Ananta Toer dengan sebuah doodle, Senin (6/2). Doodle itu menggambarkan sang novelis sedang mengetik dengan mesin ketiknya.

Pramoedya, yang akrab dipanggil dengan nama Pram hidup di zaman kolonialisme Belanda dan Jepang. Hidupnya dan karya seninya menjadi simbol dari semangat Indonesia yang tidak mau tunduk pada penjajah. Juru steno yang beralih profesi menjadi seorang jurnalis, Pram mewarisi aktivisme politik dari sang ayah. Dia dipenjara oleh Pemerintah Belanda selama dua tahun pada 1947 karena dianggap anti kolonial. Di balik penjara, dia menulis novel pertamanya berjudul Perburuan.

Setelah kemerdekaan Indonesia, dia dipenjara pada 1960-an setelah menulis buku berjudul Hoa Kiau di Indonesia. Buku itu mengkritik kebijakan Presiden Soekarno yang anti Cina. Pramoedya dipenjara lagi pada 1965 oleh rezim Soeharto dengan dugaan hubungan dengan PKI. Dia dikirim ke Pulau Buru. Di sana dia menulis seri novel Bumi Manusia.

Novel yang terdiri dari empat volume berjudul Bumi Manusia ini mengisahkan seorang anak lelaki Jawa, Minke di masa-masa terakhir kolonialisme Belanda. Padahal saat dipenjara di Pulau Buru, Pram tidak boleh menulis. Novel ini rupanya dibuat dengan cara Pram bercerita pada teman-teman sesama narapidana. Cerita-cerita Pram lantas ditulis dalam kertas. Kumpulan kertas ini diselundupkan keluar penjara oleh teman Pram, seorang pendeta Jerman. Pada 1979 dia dibebaskan, tapi menjadi tahanan rumah dan diawasi polisi hingga kejatuhan Soeharto pada 1998.

Pramoedya meninggal pada 2006 di usia 81. Dia tidak pernah berhenti berjuang untuk kemajuan bangsa. “Saya setengah buta dan hampir benar-benar tulis, tapi saya tidak akan benar-benar berhenti marah karena tidak banyak orang yang cukup marah untuk negara Indonesia,” katanya kepada the Associated Press dua tahun sebelum meninggal.

Sumber: Time.com

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge