0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Januari, Inflasi Kota Solo Meroket Sampai 1,16 Persen

Kepala BPS Solo, R Bagus Rahmat Susanto (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo – Angka inflasi kota Solo selama Januari 2017 melambung tinggi jika dibanding dengan kondisi selama dua tahun terakhir. Tingginya angka inflasi tersebut karena dipengaruhi beberapa hal, dan salah satunya adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah.

“Angka inflasi kota Solo pada Januari menembus angka 1,16 persen. Paling tinggi selama dua tahun terakhir, karena sebelumnya tidak pernah ada yang menyentuh angka 1 persen,” ujar Kepala BPS Solo, R Bagus Rahmat Susanto kepada wartawan, Rabu (1/2).

Beberapa komoditas yang menyumbang tingginya laju inflasi kota Solo tersebut, diantaranya adalah karena adanya kenaikan biaya perpanjangan STNK yang mencapai 0,36 persen, tarif rumah sakit 0,29 persen, cabai rawit merah 0,18 persen, BBM 0,12 persen, tarif pulsa ponsel 0,17 persen, tarif listrik 0,10 persen, rokok kretek filter 0,07 persen dan terakhir beras 0,04 persen.

“Jika melihat data tersebut tidak hanya komponen bergejolak atau volatile food yang mendongkrak laju inflasi. Tapi juga komponen yang diatur pemerintah atau administered price cukup banyak mempengaruhi, karena adanya beberapa kebijakan yang dilakukan untuk menaikan tarif,” jelasnya.

Dari enam kota di Provinsi Jawa Tengah yang dihitung angka inflasinya, menurutnya semua kota mengalami inflasi. Sementara untuk inflasi tertinggi terjadi di kota Cilacap yang mencapai 1,60 persen.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge