0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dua Napi Berantem, Satu Tewas Ditikam Pisau

Ilustrasi ditikam pisau (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal Polres Mimika, Papua memeriksa sipir Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Timika guna mengungkap kasus kematian narapidana (Napi) bernama Kanisius Kocu. Kematian Kanisiun disebabkan perkelahian dengan sesama Napi bernama Frengky Simopiaref pada Minggu (8/1).

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Dionisius VD Paron Helan mengatakan saat perkelahian, Kanisius Kocu mengambil sebilah pisau dari sel tahanan untuk menikam Frengky Simopiaref.

“Kami segera memeriksa sipir Lapas Timika mengapa sampai ada pisau atau senjata tajam lain masuk ke dalam sel para Napi. Berarti ada kecolongan dari petugas dalam mengawasi barang-barang milik para napi dan tahanan,” katanya seperti dilansir Antara, Sabtu (14/1).

Sesuai perintah Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon, katanya, kasus tersebut akan diusut tuntas, termasuk kemungkinan kurangnya pengawasan atau kontrol dari pihak Lapas Kelas II B Timika.

“Sesuai perintah pimpinan, kasus ini akan kami usut sampai tuntas,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolres Mimika Victor Mackbon meminta Kementerian Hukum dan HAM melakukan evaluasi total pengamanan di Lapas Kelas II B Timika lantaran tingginya angka kasus kaburnya napi dan tahanan dari tempat itu.

“Kami harapkan ada evaluasi total oleh pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham terhadap pengamanan di Lapas Timika. Tidak bisa lapas seluas itu dengan jumlah tahanan yang sangat banyak hanya dijaga oleh satu dua orang petugas sipir saja,” kata Victor.

Victor mengatakan kasus kaburnya warga binaan dari Lapas Kelas II B Timika yang berlokasi di Kampung Naena Muktipura Satuan Pemukiman 6, Distrik Iwaka, Mimika, sudah berkali-kali terjadi.

Yang paling menghebohkan yaitu terjadinya perkelahian antara dua Napi, Kanisius Kocu dan Frengky Simopiaref, hingga berujung kematian Kanisius Kocu, terpidana kasus penganiayaan yang divonis lima tahun penjara pada Minggu (8/1).

“Selama ini sudah puluhan bahkan ratusan tahanan dan Napi yang kabur dari Lapas Timika. Apalagi dengan kejadian terakhir itu sudah seharusnya ada perhatian dan pembenahan serius terhadap Lapas Timika agar tidak ada lagi kejadian serupa di kemudian hari,” katanya.

Dari keterangan saksi-saksi, diketahui bahwa saat terjadi perkelahian antara Kanisius Kocu dengan Frengky Simopiaref, petugas sipir di Lapas Timika hanya satu orang.

“Kami melihat pengamanan di Lapas Timika tidak memenuhi standar prosedur. Kami sedang mendalami apakah ada unsur kelalaian dari petugas dalam kasus in,” kata Victor.

Insiden perkelahian antara Kanisius Kocu dengan Frengky Simopiaref terjadi di sel nomor 10 Lapas Kelas II B Timika pada Minggu (8/1). Pelaksana Harian Kepala Pengamanan Lapas Timika Munir Kossah mengatakan awalnya kedua warga binaan itu terlibat pertengkaran.

Tak lama kemudian, keduanya terlibat aksi saling pukul. Kanisius kemudian masuk kamar, mengambil sebilah pisau, lalu menikam dada Frengky. Tidak terima dengan itu, Frengky mengambil batu lalu memukul wajah dan kepala Kanisius.

Melihat itu, seorang warga binaan lainnya bernama Dominikus mencoba melerai kedua rekannya tersebut. Namun usaha Dominikus sia-sia. Dominikus kemudian lari memberitahukan kejadian tersebut kepada sipir Lapas Timika. Saat petugas tiba di lokasi itu, Kanisius sudah tergeletak di lantai, sedangkan Frengky juga dalam kondisi sekarat.

Kedua warga binaan itu selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Masyarat (RSMM) Timika. Namun setiba di RSMM, Kanisius dinyatakan telah meninggal dunia. [sau]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge