0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BEM Solo Raya Demo Tolak Kenaikan BBM dan Beaya STNK

(dok.timlo.net/Indira Jayendra Iswari)
Solo — Gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Solo Raya menggelar demo menuntut pemerintah mencabut kenaikan BBM non-subsidi, biaya tarif penerbitan STNK/BPKB, dan pengembalian subsidi listrik khusus 900VA (volt ampere) yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Aksi yang diikuti mahasiswa berbagai universitas itu digelar di Bundaran Gladag, Senin (9/1) pagi.

“Kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat minimnya sosialisasi. Sosialisasi yang tidak intens pada masyarakat dan pemerintah yang terkesan lempar tangan membuat rakyat tercekik dan sesak napas,” kata salah satu perwakilan BEM UMS, Okta Nama Putra kepada wartawan.

Selain itu, puluhan massa dari berbagai universitas di Solo Raya menuntut Polri, Menteri Keuangan, dan instansi pemerintah terkait untuk bersikap tegas.

Hal senada juga disampaikan salah seorang orator aksi dari HMI Cabang Sukoharjo, Dini Arfiani. Menurutnya, kenaikan tersebut harus dikaji ulang pemerintah. Sebab tanpa hujan tanpa angin, tiba-tiba pemerintah memberikan kado pahit di awal tahun baru 2017.

“Kaji ulang! Kembalikan kiblat perekonomian ke zaman Mohammad Hatta, bukan kapitalis seperti ini. Kenapa yang dinaikkan justru TDL (tarif dasar listrik) 900 VA untuk rumah tangga, bukan untuk industri. Lalu kebijakan BBM non subsidi lama-lama dihilangkan, dan kita diarahkan ke Pertalite yang justru juga mengalami kenaikan. Jelas kami menolak kenaikan ini,” tandas Dini.

Sementara itu massa memadati area Gladag dengan membuat lingkaran menutup akses lalu lintas sehingga menyebabkan arus lalin melambat. Sekitar pukul 11.00 WIB massa bergerak long march menuju depan gedung Balai Kota Solo melanjutkan orasinya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge