0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pulang dari Sawah, Bu Tani ini Tewas Terseret Banjir

Banjir bandang di Bima (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Banjir susulan yang menerjang Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) menelan korban. Tim SAR menemukan jenazah Farida, perempuan berusia 40 tahun yang hanyut saat banjir, Senin (2/1).

“Info yang kami terima, jenazah korban ditemukan di Sungai Kombo, sekitar pukul 08.00 Wita,” kata Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Kantor SAR Mataram Putu Cakra Ningrat, di Mataram, Selasa (3/1).

Putu mengatakan pihaknya mendapatkan laporan adanya orang hilang pada peristiwa banjir susulan tersebut sekitar pukul 21.00 Wita, atau tiga jam setelah banjir susulan yang terjadi sekitar pukul 17.00 Wita.

Menurut laporan, lanjut Putu seperti diberitakan Antara, warga yang hilang tersebut bernama Faridah (bukan Siti Afsah). Petani malang itu berasal dari Desa Tarlawi, Kecamatan Wawo. Saat itu Faridah tengah dalam perjalanan menuju rumahnya usai pulang dari sawah.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H M Rum, menyebutkan sejumlah desa terdampak banjir susulan di Kecamatan Wawo.

Tak hanya itu, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima seperti Kampung Gusu, dan Kampung Bugis juga terendam banjir setinggi 30 cm.

Pada hari yang sama, kata dia, banjir kembali terjadi di beberapa kelurahan di Kota Bima, akibat drainase yang tersumbat sampah dan lumpur pascabanjir bandang yang terjadi di daerah itu pada 21 dan 23 Desember 2016.

“Sejumlah kelurahan terendam air setinggi mata kaki orang dewasa. Tapi tidak terlalu lama dan sekarang air sudah surut,” katanya. [rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge