0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gejolak Ekonomi Global Masih Membayangi Pertubuhan Ekonomi

Director Macroprudensial Policy Departement BI, Dwityapoetra Soeyasa Besar (kiri) (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan diproyeksikan akan mencapai 5,0-5,4 persen. Sementara untuk struktur perekonomian akan lebih banyak ditopang melalui permintaan pasar domestik.

“Sektor swasta kita yakini akan kembali bergairah setelah melakukan konsolidasi pada 2016. Sehingga akan menjadi penentu bagi pertumbuhan ekonomi pada tahun depan,” ujar Director Macroprudensial Policy Departement BI, Dwityapoetra Soeyasa Besar kepada wartawan, Rabu (30/11).

Dirinya mengatakan, dengan prospek perekonomian tersebut pertumbuhan dana pihak ketiga diperkirakan dapat tumbuh diangka 9-11 persen. Sedangkan kredit atau pembiayaan perbankan dalam kisaran 10-12 persen dengan non performing loan yang terjaga dibawah lima persen.

“Kendati demikian, kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih dan berbagai resiko lain yang mengikutinya masih akan menjadi tantangan yang perlu kembali dicarikan solusi,” jelasnya.

Dalam makroprudensial, identifikasi dan mitigasi resiko sistem keuangan terus dilakukan. Baik dalam dimensi cross section maupun time series. Seperti pada tahun ini, BI telah mengeluarkan kebijakan yaitu countercyclical capital buffer (CCB) yang ditetapkan sebesar 0 persen. CCB sendiri adalah tambahan modal yang berfungsi sebagai penyangga untuk mengantisipasi kerugian apabila terjadi pertumbuhan kredit perbankan.

“Selain itu, juga melalui giro wajib minimum loan to funding ratio (GWM-LFR) dengan kenaikan batas dari 78 persen menjadi 80 persen,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge