0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pasukan Ini Terdiri Dari Korban Budak Seks, Dilatih Untuk Kalahkan ISIS

Pasukan wanita Yazidi. (Dok: Timlo.net/ Mirror.co.uk)

Timlo.net—Berhasil meloloskan diri dari siksaan, pukulan dan perkosaan yang dilakukan ISIS setiap hari, kelompok wanita Yazidi dari Irak utara ini berniat membebaskan para korban lain. Para wanita ini menjalani latihan militer dan mengganti pakaian tradisional mereka dengan pakaian perang untuk memerangi ISIS.

Xate, seorang komandan dari pasukan wanita ini mengisahkan salah satu aksi kebrutalan ISIS. Dalam film dokumenter baru BBC Three, Xate bercerita kepada pembuat film Stacey Dooley: “Saya bertemu seorang wanita yang ditangkap ISIS. Dia bercerita kepada saya jika dia diculik dengan bayinya yang berusia sebulan. Pemimpin ISIS melarangnya menyusui sang bayi selama tiga hari. Sang bayi terus menangis dan menangis. Sang pemimpin berkata kepadanya, ‘Bayimu mengganggu saya dan mengganggu tidur saya. Berikan bayi itu padaku, saya akan memberinya makan.”

“Dia memegang dada bayi itu dan mengangkat kepalanya dan dengan pedang memenggal kepala si bayi. Para pria ISIS mengambil mayat si bayi ke dapur dan memasaknya, lalu mereka membawanya kepada sang ibu dan mengacungkan pedang padanya mereka berkata kepadanya ‘makan daging bayimu’,” tambah Xate.

Stacey berkata: “Saya meremehkan betapa melelahkan berada dalam ketakutan setiap waktu. Anda akan berpikir diperkosa terus menerus selama dua tahun akan membuat Anda hancur, tapi mereka begitu kuat. Saat Anda hidup dalam sebuah mimpi buruk Anda menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan. Anda kehilangan semua rasa takut karena tidak ada lagi rasa takut tersisa, Anda sudah melalui yang terburuk dalam hidup.”

Kaum Yazidi memiliki tuhan dan agama sendiri, oleh karena itu ISIS mentarget mereka untuk diculik. Banyak masyarakat Yazidi yang dipaksa untuk meninggalkan rumah dan kehidupan mereka, hidup atau dibunuh dan sekarang hidup berdasarkan pemberian dana dari PBB.

Pasukan Irak yang didukung koalisi Amerika Serikat (AS) terus maju ke Mosul, markas terakhir ISIS di Irak. Sementara itu, Rusia melakukan serangkaian serangan udara di Suriah untuk menghancurkan ISIS.

Sumber: Mirror.co.uk

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge