0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gelapkan Uang Koperasi, Pengusaha Mebel Dibui

Rutan Kelas 1 Solo (dok.timlo.net/red)

Solo — Tandyo Sugiyono alias Sonny (54), seorang pengusaha mebel akhirnya ditahan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Rutan Kelas IA Solo. Penahanan tersangka kasus penipuan dan penggelapan senilai Rp 2 miliar ini setelah dilakukan pelimpahan tahap dua oleh pihak Polresta ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo, Senin (29/8).

“Tersangka (Sonny) sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini telah menjadi kewenangan kami untuk melakukan proses peradilan di Pengadilan Negeri Solo,” terang Kasi Pidum Kejari Solo, Nilla Aldriani, Rabu (31/8).

Disinggung lebih lanjut terkait penahanan Sonny, jaksa senior yang pernah bertugas di wilayah Purworejo tersebut mengaku bahwa saat ini pihaknya sedang fokus dengan berkas persidangan tersangka. Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan menyeret Sonny ke meja hijau guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Terpisah, Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Urip Dharma Yoga saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Sonny telah menghuni salah satu sel di Rutan Solo.

“Benar, tersangka dalam kasus dugaan pasal 372 jo 378 tentang Penipuan dan Penggelapan uang koperasi sebesar Rp 2 miliar,” kata Urip mewakili Karutan Solo, Oga Geoffani Darmawan.

Diberitakan sebelumnya, Tandyo alias Sony, pengusaha mebel diadukan ke Polresta Solo oleh pengurus Koperasi Idaman, Wisnu Kretarto (49) dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp 2 miliar. Oleh penyidik akhirnya Sonny ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus itu bermula ketika Sony yang menanamkan modal ke koperasi mendapat titipan uang Rp 2 miliar hasil penjualan aset milik koperasi di Manado setelah koperasi yang dikelola Jonathan dan Wisnu Kretarto telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga (PN) Semarang. Uang hasil penjualan salah satu aset tersebut sebenarnya akan dibagikan kepada para deposan yang memiliki hak untuk mendapatkannya.

”Namun uang tersebut setelah dititipkan kepada Sonny yang juga sebagai deposan sudah tidak bisa diminta kembali, hal itu yang menjadi pertimbangan pengurus koperasi untuk melaporkan kasus ini ke Polresta Surakarta,” jelas Suhadi SH, kuasa hukum pengurus koperasi, Selasa (26/4) lalu.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge