0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kajian SSA Slamet Riyadi Perlu Dipaparkan

Retno Tanding Suryandari (timlo.net/eko prasetyo)

Solo – Kendati kemungkinan hanya menggerus sedikit sektor ekonomi atas pemberlakukan sistem satu arah (SSA) jalan Slamet Riyadi antara Purwosari-Gendengan Solo, namun perlu pemaparan hasil kajian ekonomi dan sosial secara terbuka pada masyarakat.

“Dengan disampaikannya hasil kajian tersebut, masyarakat yang terdampak pemberlakuan kebijakan itu terutama di sektor ekonomi bisa melakukan langkah antisipasi,” ujar Pengamat ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Retno Tanding Suryandari PhD saat diminta komentarnya terkait SSA Purwosari – Gendengan Solo, di Kantor Humas UNS, Solo, Selasa (30/8).

Dosen Fakultas Ekonomi UNS itu mengemukakan, pemberlakuan kebijakan yang bertujuan memanajemen lalu lintas di Kota Solo tersebut diharapkan tidak sampai mereduksi kegiatan ekonomi yang sudah terbentuk selama ini.

Sejauh ini Retno memprediksi, pemberlakukan SSA jalan Purwari-Gendengan kemungkinan hanya sedikit menggerus sektor usaha di kawasan tersebut. Sebab kendati hanya searah, jalan tersebut tidak seperti jalan tol yang hanya memiliki pintu keluar dan masuk di beberapa titik, namun bisa dimasuki dari berbagai lokasi. Apalagi di sepanjang ruas tersebut kebanyakan dimanfaatkan untuk perkantoran.

“Namun tetap saja, menurut pendapat saya, kajian ekonomi dan sosial perlu dilakukan dan disampaikan secara terbuka pada masyarakat, terutama yang menyangkut kepentingan pelaku usaha dan masyarakat yang terdampak langsung kebijakan itu,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge