0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kajari Solo: 60 Persen Kasus Pidana adalah Narkoba

Pemusnahan barang bukti kejahatan di Kejaksaan Negeri Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Kota Solo menjadi sasaran empuk peredaran Narkoba di kawasan Jawa Tengah. Tercatat, Kota Solo menduduki posisi kedua kasus Narkoba setelah Semarang.

“Dalam dua tahun terakhir, peredaran Narkoba di Kota Solo melesat. Sebanyak 60 persen dari kasus yang kami tangani,” terang Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Solo, Didiek Joko Adi Purwoko di sela pemusnahan barang bukti di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo, Selasa (30/8).

Dalam sebulan, kata Kajari, pihaknya menangani sebanyak 40-50 kasus tindak pidana. Separuh lebih, merupakan kasus Narkoba, mulai dari pengguna hingga kurir barang haram tersebut. Artinya, peredaran Narkoba di Kota Solo naik pesat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Terjadi peningkatan signifikan. Hampir separuh lebih kasus yang kami tangani adalah Narkoba,” terang Kajari.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakt untuk turut serta memberantas peredaran Narkoba. Mengingat, peredarannya di Kota Bengawan telah menyasar kepada usia remaja bahkan bangku sekolah.

“Peran serta masyarakat dalam memberantas Narkoba sangat diperlukan. Supaya Kota Solo bebas dari barang haram tersebut,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge