0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Anak SD Dianiaya Guru Berakhir Damai

Kopral Bagyo menyambangi SDN Ngori Randu Rejo, Kab Grobogan untuk melakukan proses mediasi (doktimlo.net/achmad khalik)

Solo – Kasus Faiz Aris Pratama (7), siswa SDN Ngori Randu Rejo, Kecamatan Kulokulo, Kabupaten Grobogan yang mengaku sering dianiaya sang guru akhirnya berakhir damai. Proses damai tersebut terjadi setelah dilakukan mediasi yang dilakukan oleh orang tua Faiz, Agung Aristanto (30) beserta pihak sekolah yang diwakili Kepala Sekolah, Kamin (45) serta Anggota Denpom IV/4 Solo, Kopral Partika Subagyo Lelono.

“Kami sudah ke sana kemarin, hasilnya kasus tersebut dapat diselesaikan dengan baik,” terang pria yang akrab disapa Kopral Bagyo tersebut, Selasa (30/8).

Dijelaskan, dirinya berangkat dari Solo menuju SDN Ngori Randu Rejo, pada Senin (29/8). Sesampai di lokasi, nampak guru kelas 2 yang juga wali kelas dari Faiz, berinisial JI, datang menyambut. Awalnya, JI marah-marah dan menuduh apa yang dikatakan Faiz tersebut bohong. Namun, setelah dilakukan pembicaraan bersama dengan kepala sekolah, orang tua dan Kopral Bagyo, akhirnya JI mengakui apa yang diperbuatnya adalah salah.

“Jadi, Pak JI ini sering menganiaya Faiz saat dia gak bisa menjawab pertanyaan yang diajarkan. Setelah dilakukan mediasi, akhirnya timbul kesepakatan bahwa Pak JI tidak akan mengulangi perbuatannya dan mendidik dengan baik serta Faiz berjanji akan belajar dengan sungguh-sungguh agar tidak membuat Pak JI marah,” terang Bagyo.

Dari peristiwa tersebut, Bagyo berpesan supaya para guru mendidik dengan baik murid-muridnya. Bukan menggunakan kekerasan atau penganiayaan melainkan dengan kasih sayang dan harapan supaya mereka berguna bagi bangsa dan negara kelak.

Di sisi lain, pihak sekolah juga berjanji akan mengawasi para guru supaya mendidik dengan baik para siswa. Jika ditemukan hal tidak diinginkan, maka pihak sekolah akan memperingatkan guru tersebut.

“Dari kasus ini kami belajar, akan mengawasi guru yang mengajar tidak sesuai dengan kode etik pembelajaran. Jika ditemukan pelanggaran, maka kami akan memberikan peringatan secara bertahap,” kata Kepsek Kamin.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge