0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Berkutu dan Apek, Warga Tolak Raskin

Raskin (timlo.net/agung widodo)

Sragen — Warga Dukuh Pangle, Desa Sambungmacan Kecamatan Sambungmacan menolak mengonsumsi jatah beras untuk warga miskin atau raskin yang mereka terima dari desa. Pasalnya kondisi beras sangat jelek dan ada ulatnya atau dikenal dengan istilah totor.

“Sejak terima raskin seminggu lalu belum kami makan. Masih utuh di kresek. Gimana mau dimakan kalau ada kutunya,” kata Parti (45), Warga Dukuh Pangle RT 32 Desa Sambungmacan, Senin (29/8).

Selain berkutu beras juga berwarna kekuningan dan bercampur bekatul, sehingga tak layak konsumsi.

Parti menuturkan, dirinya bersama warga lainnya menebus raskin kualitas jelek tersebut dengan harga Rp 25 ribu untuk 15 kg. Dia berharap raskin yang mereka terima dapat diganti dengan yang baru sehingga layak dikonsumsi.

Warga lainnya, Tukiman (59) menambahkan, raskin yang dia terima ada kutunya dan berbau apek. Selain itu setelah dimasak, ternyata rasanya juga pahit.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge