0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Minta Tempat Mesum di Manahan Segera Dibongkar

Deretan kios bekas pasar darurat di Jalan KS Tubun sudah berbulan-bulan tak dibongkar. Kios itu kini menjadi tempat mesum karena minim penerangan (dok.timlo.net/ichsan rosdyid)

Solo — Warga Gremet, Manahan meminta Pemerintah Kota Solo segera membongkar bangunan pasar darurat di Jalan KS Tubun. Deretan kios itu sudah berbulan-bulan tak terpakai dan menjadi tempat mesum. Kios-kios itu juga mulai lapuk membuat lingkungan menjadi kumuh.

“Dulu pemerintah minta izin kepada warga untuk membangun pasar darurat. Seharusnya sekarang segera dibongkar,” kata salah satu warga, Dian Susanti, Minggu (28/8).

Pasar darurat tersebut dibuat untuk menampung pedagang Pasar Bangunharjo selama pasar itu dibangun. Pengerjaan fisik pasar sendiri selesai di akhir tahun 2015. Pada awal 2016, para pedagang sudah menempati kios-kios di Pasar Bangunharjo meninggalkan pasar darurat di sisi Barat terbengkalai.

Warga sendiri sudah berkali-kali mengeluh kepada pihak pasar. Bahkan dari kelurahan pernah melayangkan surat meminta start pasar darurat itu segera dibongkar. Namun pihak pasar Bangunharjo tak bisa berbuat banyak.

“Kita tidak bisa membongkar karena masih menunggu lelang penghapusan aset,” kata Lurah Pasar Bangunharjo, Triyanto, Minggu (28/8).

Ia berharap, bulan September mendatang Dinas Perindustrian dan Perdagangan selaku pemilik aset sudah mendapat pemenang lelang sehingga kios-kios itu bisa segera dibongkar.

Sebelumnya diberitakan, warga Gremet Manahan sering mengeluhkan bangunan pasar darurat itu karena menjadi tempat berbuat mesum. Selain itu, ular sering  muncul dari deretan kios tak terurus itu membuat warga waswas dengan keamanannya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge