0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nasib Atlet Disabilitas Sumsel Memprihatinkan

(merdeka.com)

Timlo.net – Atlet disabilitas Provinsi Sumsel mengaku kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Mereka tak diberikan uang saku sepeser pun selama mengikuti pemusatan latihan daerah (Pelatda).

Cerita itu diungkap Heru Ramdani (29), salah satu atlet disabilitas cabang tolak peluru. Dia mengisahkan, kondisi atlet disabilitas yang bernaung dalam National Paralympic Committee (NPC) Sumsel, sangat memprihatinkan. Padahal, prestasi atlet disabilitas asal daerah itu cukup diperhitungkan di kancah nasional.

“Jatah makan kurang, uang saku tidak ada sama sekali, sepeser pun tidak ada sejak ikut pelatda Juli kemarin,” ungkap Heru di Wisma Atlet Jakabaring Sport City Palembang, Sabtu (27/8).

Lantaran tak memiliki uang, sejak dua bulan terakhir Heru memilih tidak pulang menemui istrinya yang tinggal di Pagaralam. Dia juga belum bisa mengirim uang untuk kebutuhan keluarga di rumah.

“Alhamdulillah istri menerima, dia juga kerja. Tapi, kasihan juga ditinggal tidak dikasih uang,” ujarnya.

Tak sampai di situ, para atlet disabilitas juga harus menyiapkan sendiri peralatan olahraga, seperti sepatu, kostum, dan perlengkapan latihan. Perlengkapan itu mereka beli dari uang kantong sendiri.

“Terpaksa ambil dari tabungan, beli sendiri. Karena tidak difasilitasi,” ujarnya.

Para atlet disabilitas juga mengeluhkan tidak tersedianya tim medis di Wisma Atlet. Tim dokter yang ada hanya melayani peserta Pelatda PON.

“Kami numpang berobat, sejauh ini masih dibolehin,” kata dia.

Padahal, Heru adalah atlet yang meraih medali emas Pekan Olahraga Tuna Netra di Riau tahun 2009, medali emas di Kejurnas Solo 2015 dan medali perak pada Papernas Riau tahun 2012.

[lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge