0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelaku Curanmor Didor Usai Gondol Motor

Pelaku curanmor di Banyuasin (merdeka.com)

Timlo.net — Dua spesialis pencurian kendaraan bermotor, Sarfawi (28) dan Yoga (20) kesakitan setelah kaki keduanya ditembak polisi hingga 13 lubang. Sarfawi ditembak sebanyak tujuh lubang, sedangkan Yoga dengan enam luka tembakan.

Kedua pelaku yang tinggal di Desa Mariana, Banyuasin, ditangkap saat memesan nasi di warung pecel lele usai memetik motor Yamaha Vixon warna hitam nomor polisi BG 2402 AAI di depan Hotel Best Sekip, Jalan Mayor Salim Batubara, Palembang, Rabu (24/8).

Tersangka Sarfawi mengaku sengaja berkeliling mencari mangsa dan mengajak tersangka Yoga. Saat melintas di lokasi, mereka melihat sepeda motor terparkir.

Lalu Sarfawi menyuruh Yoga beraksi dengan menyerahkan kunci T. Selang beberapa lama barang curian berhasil didapat.

“Motor yang saya pakai itu juga hasil maling. Yang terakhir saya ajak Yogi,” ungkap tersangka Sarfawi di Mapolda Sumsel, Kamis (25/8).

Dari ingatannya, tersangka sudah belasan kali mencuri motor. Semua hasil curiannya dijual ke Mesuji, Lampung, dengan harga berkisar Rp 2 juta per unit.

“Lupa sudah berapa kali, tapi motor yang saya pakai juga dari maling,” ujarnya.

Sementara tersangka Yoga berdalih baru pertama kali beraksi. Itu pun diajari tersangka Sarfawi menggunakan kunci T sehingga memerlukan waktu sekitar sepuluh menit merusak kontaknya.

“Seriusan, baru sekali ini, diajari dulu waktu lihat motor itu,” kata dia.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel AKBP Hadi Poernomo mengungkapkan, dari catatan kepolisian kedua tersangka sudah tujuh kali melakukan curanmor. Namun, bisa saja lebih dari itu mengingat tak semua korban membuat laporan.

“Kedua tersangka kita tembak karena melarikan diri dan melawan saat ditangkap,” tukasnya.

[cob]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge