0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gara-gara Cinta, Pria Ini Nekat Jadi Polisi Gadungan

ilustrasi polisi gadungan (merdeka.com)

Timlo.net – Warga Kota Besi, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, bernama Budi (34), harus berurusan dengan polisi karena mengaku sebagai anggota polisi kepada keluarga dan calon istrinya. Hal itu dilakukan demi bisa menikahi EL (32), seorang guru yang menjadi pujaan hatinya. Apesnya, Budi ditangkap oleh keluarga calon istrinya menjelang hari pernikahan.

“Pihak keluarga curiga, kemudian menelusurinya ke Polsek Cempaga, tempat pelaku mengaku bertugas. Dari sanalah diketahui bahwa pelaku bukanlah anggota polisi. Pihak keluarga kemudian membawa pelaku dan menyerahkannya kepada kami,” kata Kapolsek Kotabesi Iptu Sugeng di Sampit, Kamis (25/8).

Bermodalkan seragam polisi berpangkat Brigadir dan sejumlah peralatan lain seperti pistol mainan dan surat tugas palsu, polisi palsu itu berhasil memperdaya EL. Berpacaran sejak Maret lalu, pelaku dengan rapi menyembunyikan kedoknya.

Dia menjanjikan mahar Rp 200 juta, pelaku berhasil membujuk EL sehingga mau diajak menikah pada Minggu (21/8) lalu. Untungnya, keluarga korban berhasil membongkar topeng polisi palsu itu beberapa hari sebelum pernikahan dilangsungkan.

Pihak keluarga merasa malu karena rencana pernikahan itu sudah terlanjur diketahui banyak orang. Namun mereka bersyukur polisi palsu itu tidak jadi menikahi EL setelah penyamarannya berhasil dibongkar.

“Kami masih mendalami kasus ini untuk mengetahui apakah ada wanita lain yang menjadi korban,” tegas Sugeng.

Saat diinterogasi polisi, pelaku mengaku mendapat seragam polisi dari seorang mantan anggota polisi yang telah dipecat. Dia membeli satu seragam Rp 40.000, sedangkan pistol yang dibawanya hanyalah pistol mainan.

Dia mengaku melakukan itu karena sangat ingin menikahi EL. Dia mengakui telah melakukan kesalahan dan kini harus mengubur mimpinya memiliki wanita pujaannya itu.

Kini dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan mendekam di penjara. Dia dijerat dengan Pasal 378 KUHP Junto Pasal 228 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman maksimal enam tahun penjara.

[dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge