0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Maksud Hati Piknik ke Malaysia, Malah Menginap di Sel Tahanan

Sri Dewi Sulistina (merdeka.com)

Timlo.net – Imigrasi Malaysia dituding melakukan tindakan diskriminasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) asal Medan, Sri Dewi Sulistina (28). Perempuan tersebut mendapat pengalaman pahit saat berkunjung ke Malaysia. Dia ditahan pihak Imigrasi setempat dan diperlakukan bak penjahat, sebelum dideportasi dan dicekal tanpa alasan jelas.

Perempuan ini menceritakan peristiwa yang dialaminya berawal saat dia terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 17 Agustus 2016. Dia menumpang pesawat AirAsia.

“Sampai di KLIA 2 pada pukul 23.00 WIB, waktu Malaysia,” ujarnya saat menggelar konferensi pers di Medan, Kamis (25/8).

Pihak Imigrasi Malaysia yang ada di bandara meminta Sri masuk ke kantor mereka. Paspornya diperiksa, perempuan itu juga ditanyai ihwal maksud kunjungannya ke Malaysia. Sri menjawab dia ingin berlibur.

“Saya ingin liburan dan mengunjungi teman saya di Malaysia,” katanya.

Seorang petugas Imigrasi Malaysia, diketahui bernama Afifi, lalu memeriksa paspor Sri. Di menyatakan perempuan itu kerap bolak-balik ke Malaysia.

“Tapi saya tidak pernah overstay selama di Malaysia,” sebut Sri.

Petugas Imigrasi di bandara kemudian menyuruhnya ke kantor Imigrasi di Jalan Duta.

“Pihak Imigrasi di Jalan Duta bilang saya tidak ada masalah apa-apa,” sambung Sri.

Perempuan ini kemudian kembali ke bandara. Meski petugas di Jalan Duta menyatakan dia tidak ada masalah, pihak Imigrasi di bandara tetap menyatakan dia tidak dibenarkan masuk ke Malaysia. Dia pun disuruh menunggu.

“Setelah berjam-jam, petugas Imigrasi Malaysia menyatakan saya akan dideportasi ke Indonesia,” sebut Sri.

Petugas bernama Afifi kemudian menyuruh temannya memanggil Sri untuk masuk ke ruangan. Barang- barang miliknya, seperti HP, tas, dan lainnya disita.

“Mereka bilang akan mengembalikannya setelah keluar dari Imigrasi Malaysia,” akunya.

Tak sampai di sana, Sri disuruh masuk ke ruang yang disebut sebagai ruang tunggu. Ruangan itu ternyata sel tahanan berjeruji besi yang digembok. Tidak ada tempat tidur atau kursi di sana, kecuali toilet tanpa pintu. Tidur pun hanya beralaskan kardus.

Di ruang tahanan itu, Sri tidak sendiri. Di sana juga ada warga negara lain. Di antara mereka ada yang sakit.

Para ‘tahanan’ ini hanya dibenarkan keluar sel untuk mengambil makanan dan minuman dalam waktu yang sangat singkat, sebelum kembali ke dalam ruang tahanan.

“Kami cuma dibenarkan mengambil 2 botol. Kalau ada air sisa, dilempar untuk diperebutkan,” sebut Sri.

Perempuan ini mengaku sangat kecewa karena diperlakukan layaknya pelaku tindak kriminal. Mereka bahkan tidak dibenarkan menghubungi keluarga.

“Saya sangat kecewa. Katanya Malaysia Truly Asia, tapi kok seperti ini. Ganti saja semboyan itu,” sebutnya.

Setelah dua hari ditahan, Sri bersama 2 WNI lain dideportasi ke Medan pada 19 Agustus 2016 pukul 16.00 waktu Malaysia. Barang milik mereka dikembalikan saat di ruang tunggu.

“Kami tidak diberi penjelasan apa-apa,” ujarnya.

Pramugari pesawat AirAsia yang ditumpangi Sri dan 2 WNI yang baru dikenalnya itu juga tidak berlaku ramah. Mereka baru dibenarkan masuk pesawat setelah penumpang lain masuk.

“Mereka tidak ramah dan memandang kami dengan wajah sinis,” papar Sri.

Paspor Sri dan 2 WNI itu juga tetap ditahan selama di pesawat dan baru dikembalikan setelah tiba di Bandara Kualanamu. Setibanya di Tanah Air, Sri mendatangi kantor Imigrasi Medan untuk mempertanyakan alasan pendeportasiannya serta pemberian cal “NTL” pada paspornya.

“Pihak Imigrasi juga bingung kenapa kenapa paspor saya cap NTL atau tidak dibenarkan lagi masuk ke Malaysia. Mereka mengaku marah,” ucap Sri.

Atas kejadian itu, Sri berharap, pihak Imigrasi Indonesia dan Kedutaan Indonesia di Malaysia memberikan perlindungan warga negara yang berkunjung ke sana.

“Jangan sampai ada warga Indonesia lainnya mengalami kejadian seperti saya,” jelas dia.

[did]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge