0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hilang Satu Malam, Nelayan WGM Ditemukan Tewas Mengenaskan

Polisi dibantu warga dan tim SAR melakukan evakuasi jasad korban tenggelam di WGM (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Setelah dinyatakan hilang satu malam oleh pihak keluarga, seorang nelayan asal Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di pinggiran perairan Waduk Gajah Mungkur( WGM).

“Benar, awalnya kita mendapati laporan dari masyarakat bahwa di daerah Kedungjati, Desa Gumiwang Lor, ada orang meninggal dunia karena tenggelam. Jajaran Polsek Wuryantoro bersama tim medis dari Puskesmas Wuryantoro kemudian mendatangi lokasi kejadian, dan benar ada sesosok mayat pria korban tenggelam di pinggir perairan Waduk Gajah Mungkur,” ujar Kasubag Humas Polres Wonogiri AKP Gunawan mewakili Kapolres Wonogiri AKBP RR Rumondor, Kamis (25/8).

Dari informasi yang berhasil dihimpun, kali pertama mayat pria yang mengapung di pinggiran perairan WGM ditemukan oleh dua nelayan sekitar pukul 14.00 WIB. Dan belakangan diketahui mayat pria malang tersebut yakni Alfian Anwalludin (37) warga Salamsari RT6/RW 1, Wuryantoro. Kondisi mayat pria itu sangat mengenaskan, dalam keadaan telungkup. Pada bagian tangan serta selangkangannya dan kaki terlilit jaring ikan yang dipasang oleh nelayan sekitar.

Sedang dari pemeriksaan tim medis Puskesmas Wuryantoro menunjukkan bahwa tidak adanya bentuk ataupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh jenazah nelayan ikan tersebut. Selanjutnya jasad korban pun diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan.

Ditambahkan, dari hasil penyelidikan diketahui jika korban pergi dari rumah sejak Rabu (24/8) sore. Seperti biasa, korban menjalani rutinas sebagai nelayan di pinggir perairan WGM. Namun demikian, hingga malam hari korban belum kembali, pihak keluarga pun mencari dengan menyisir penjuru genangan WGM namun korban tidak ditemukan. Kemudian pada Kamis(25/8) sekitar pukul 14.00 WIB, korban ditemukan keadaan mengapung dengan sebagian tubuhnya terlilit jarin ikan.

“Informasi dari tetangga maupun warga sekitar jika korban pekerjaan sehari-harinya sebagai nelayan di pinggir perairan WGM, namun dia tidak bisa berenang,” tandasnya .

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge