0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sragen Masuk Zona Merah Bencana

(Ilustrasi) Penanganan bencana oleh BPBD Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Wilayah Kabupaten Sragen dapat dikatakan sebagai rawan bencana. Dari 20 kecamatan yang ada, sebanyak 12 kecamatan merupakan daerah rawan banjir. Sayangnya kesadaran masyarakat untuk penanggulangan bencana masih kurang.

“Kesadaran masyarakat soal bencana memang masih kurang. Kami sebagai Satker yang khusus menangani penanggulangan bencana perlu terus melakukan sosialisasi ke masyarakat,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Heru Wahyudi, Rabu (25/8).

Usai acara Sosialisasi Pengurangan Riskio Bencana (PRB) di Gedung Korpri, Heru menyatakan, pihaknya gencar melakukan sosialisasi untuk menggugah kesadaran masyarakat. Semakin banyak sosialisasi yang dilakukan akan bisa meminimalisir terjadinya bencana.

Heru menjelaskan, selain 12 kecamatan rawan banjir, sebanyak enam kecamatan termasuk rawan puting beliung dan dua kecamatan rawan longsor. Bahkan Heru menyatakan Sragen masuk dalam zona merah bencana banjir.

Dia menambahkan, bencana tidak melulu disebabkan oleh faktor alam. Tapi juga akibat ulah manusia yang tidak tanggap terhadap lingkungan, bahkan cenderung merusaknya.

“Makanya diperlukan kesadaran masyarat untuk mengantisipasinya,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge