0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Pajak, Direktur Keuangan Persis Dinonaktifkan

Ilustrasi Mafia Pajak (merdeka.com)

Solo — Direktur Keuangan PT Persis Solo Saestu, Wahyu Haryanto dikabarkan tengah tersandung kasus pajak. Oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo, Wahyu tersangkut kasus penggelapan faktur pajak periode 2004-2007. Atas kondisi ini, pihak PT Persis Solo Saestu langsung menonaktifkannya, yang menjabat sebagai Direktur Keuangan Laskar Sambernyawa.

“Kami ikut prihatin. Semoga bisa melewati proses hukumnya dengan sabar dan tabah. Untuk sementara kami nonaktifkan untuk menyelesaikan proses hukumnya. Sebenarnya Mas Wahyu sudah berganti menjadi juru bayar di dalam keuangan Persis Solo,” terang CEO PT Persis Solo Saestu, Paulus Haryoto kepada Timlo.net, Rabu (24/8) malam.

Dirinya menyebut, saat ini telah ditunnjuk Sapto Joko Purwadi (Sekretaris) dan Totok Supriyanto (Direktur Olahraga) sebagai pengganti Wahyu Haryanto dalam jabatannya di klub Persis.

Informasi yang diperoleh, Wahyu Haryanto sudah ditahan sejak sepekan terakhir. Rabu (24/8), penahanan Wahyu dititipkan di rumah tahanan Kota Solo. Atas kasusnya, Wahyu dijerat pasal 39 ayat 1 huruf (c) jo pasal 43 UU Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana diubah UU Nomor 16 Tahun 2000.

Setelah menjalani pemeriksaan oleh Penyidik Kantor Pelayanan Pajak Kanwil Direktorat Jenderal Pajak II Jawa Tengah, Surakarta, tersangka diduga turut berperan dalam kasus penggelapan pajak CV LJ Solo Baru. Perannya adalah sebagai broker faktur pajak untuk CV LJ.

Tersangka diduga sebagai penyedia faktur pajak yang tidak benar. Faktur itu digunakan untuk mendapatkan uang pemerintah. Faktur pajak ini dimintakan ganti ke negara. Kasus ini terjadi pada tahun 2004 sampai 2007 sehingga negara dirugikan senilai Rp 11 Miliar.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge