0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Digunakan Rehab 100 RTLH

(Ilustrasi) Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) (dok.timlo.net)

Klaten — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten terus berupaya keluar dari zona merah kemiskinan. Pasalnya, Klaten masuk dalam 15 kabupaten/kota di Jawa Tengah (Jateng) yang masuk zona merah kemiskinan. Salah satu upayanya dengan menggenjot pemugaran Rumah tidak layak huni (RTLH).

“Upaya untuk mengentaskan kemiskinan salah satunya dengan program rehab RTLH. Karena masih ada 7.000-8.000 unit RTLH yang belum terkaver,” ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) Klaten, Herlambang Jaka Santosa, Rabu (24/8).

Berdasarkan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) tahun 2011, sebanyak 73 desa yang tersebar di 26 kecamatan di Kabupaten Klaten masuk dalam zona merah kemiskinan.

Untuk mengejar kekurangan target tersebut, menurut Herlambang, dibutuhkan waktu delapan tahun untuk menyelesaikan pemugaran RTLH dengan perkiraan bantuan 1.000 unit per tahun. Tahun ini sudah dipastikan ada 100 unit RTLH yang akan dipugar dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

“100 Unit RTLH dari DBHCHT itu diprioritaskan untuk desa yang masuk zona merah kemiskinan. Seperti Desa Bawukan (Kecamatan Kemalang), Desa Sidowarno, Gunting, dan Bener (Kecamatan Wonosari),” ujar dia.

Sebelumnya, pada awal Agustus ini Pemkab Klaten telah menyalurkan bantuan RTLH sebesar Rp 1,272 Miliar untuk 159 unit RTLH di Kecamatan Jatinom. Masing-masing penerima bantuan pemugaran rumah mendapat bantuan Rp 8 juta.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge