0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Cegah Ikan Mati di Kedungombo, Peternak Keramba Siagakan Perahu

(Ribuan ikan mati di perairan Waduk Kedungombo, Rabu (24/8) | Ari Kristyono)

Sragen – Para peternak ikan keramba di perairan Waduk Kedungombo harus bersiaga siang malam untuk mencegah kematian massal ikan yang mereka pelihara. Sudah sepekan ini, perubahan ekstrem suhu udara telah menimbulkan arus perairan dan membawa endapan dari dasar waduk, mengakibatkan belasan ton ikan mati.

“Sepekan ini tiga kali air waduk mubal, air berubah jadi putih dan berbau seperti belerang. Kalau sudah begitu, lima menit saja ikan bakal mati. Kami harus siap-siap, begitu ada air waduk berubah, keramba kita seret ke tempat yang airnya masih bagus,” kata Daryono Gundhul (47) salah satu peternak ikan di Boyolayar, Desa Ngargotirto, Sumberlawang, Sragen, Rabu (24/8).

Untuk bisa memindahkan keramba, peternak bergotong-royong. Bergiliran mereka meronda siang malam, jika terjadi perubahan arus langsung menghubungi teman-temannya. Belasan perahu bermesin akan saling membantu menggeser keramba. Satu keramba besar butuh 3-4 perahu untuk pindah, dengan waktu sekitar 2-3 jam sekali pergerakan.

Di Desa Ngargotirto terdapat 81 peternak ikan keramba dengan kepemilikan 6 – 400 petak, dua di antaranya kepemilikan berbentuk PT. Dalam sepekan ini, mereka mengalami tiga kali gelombang kematian massal ikan, jika ditotal mencapai belasan ton.

“Ada satu tempat yang mencapai 10 ton, lainnya ya satu atau dua ton. Tapi ini tidak separah tahun lalu, saat itu untuk mengubur bangkai ikan saja pakai dua unit eksavator,” tutur Gundhul.

Editor : Ari Kristyono

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge