0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Begini Modus Pembiusan Terhadap Sopir Truk

Tiga tersangka pembiusan sopir truk diamankan Polres Klaten. (dok.timlo.net/ist)

Klaten — Penangkapan tiga sindikat pembiusan sopir truk berawal dari laporan, Suwarsono (48), warga Desa Tawangharjo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan ke Polsek Prambanan pada 11 Agustus lalu. Pasalnya, truk dan seluruh barang milik korban dikuras pelaku.

“Kejadiannya 10 Agustus. Korban ditelpon tersangka H untuk dimintai jasa angkut barang ke luar kota,” ungkap Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Farial M Ginting, Selasa (23/8).

Guna meyakinkan korban, terang AKP Farial, tersangka H memberikan sejumlah uang sebagai uang muka jasa. Tiba di Prambanan sekitar pukul 05.30 WIB, pelaku mengajak korban sarapan di Sop Ayam Pak Min. Karena warung makan belum siap, korban dan adik korban, Suwisnu, diajak kos pelaku H di Dukuh Koplak, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan.

Saat berada di kos, kedua korban diberi obat dengan alasan suplemen untuk stamina. Setelah mengonsumsi obat tersebut, keduanya merasa mengantuk hingga akhirnya tertidur pulas. Kemudian pelaku membawa kabur satu truk bernopol K 1371 SF dan dua unit handphone.

“Katanya karena mau perjalanan jauh jadi minum obat dulu biar stamina kuat. Diberi dua butir. Baru lima menit minum obat si korban langsung tertidur, kalau adiknya korban tertidur 30 menit kemudian,” terang dia.

Menurut Kasat Reskrim, pelaku merupakan sindikat pencurian lintas provinsi. Hal tersebut dikuatkan dengan informasi dari polres-polres tetangga. Bahkan sebelum para pelaku ditangkap, pihaknya sudah dua kali menerima laporan dengan modus serupa.

“Kami mengamankan ketiganya di tempat yang berbeda hingga pengejaran di Nusa Tenggara Barat. Karena masuk dalam sindikat lintas provinsi, kami juga akan menggandeng Polda. Sedangkan satu pelaku lainnya masih buron,” ujar AKP Farial.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge