0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Aliran Dana Kampanye Antirokok di Indonesia

ilustrasi rokok (merdeka.com)

Timlo.net – Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) menghasilkan kesepakatan hampir negara-negara di seluruh dunia menekan peredaran tembakau. Kuba sebagai negara penghasil cerutu ikut serta dalam perjanjian tersebut.

Meski ikut menandatangani FCTC, namun Indonesia masih enggan untuk mengikuti jejak 183 negara yang sudah meratifikasinya. Presiden Joko Widodo (Jokowi) beralasan, penolakan itu dilakukan untuk melindungi nasib petani tembakau.

Namun kampanye antirokok terus bergulir. Banyak aliran dana dari pihak asing masuk ke Indonesia. Jumlahnya bahkan mencapai ratusan triliun rupiah.

Dikutip dari laman tobaccocontrolgrants.org, Bloomberg Initiative telah mengucurkan dana hingga Rp 105,308 triliun ke pelbagai LSM, universitas dan kementerian, termasuk Muhammadiyah. Jumlah uang yang diberikan bervariasi, tergantung bentuk kampanye yang dilakukan masing-masing lembaga.

Bloomberg Initiative sendiri merupakan program antitembakau yang didanai oleh Michael R Bloomberg. Lembaga ini menerima permintaan pasokan dana dari manapun, baik dari negara miskin, maupun berkembang.

Selain Indonesia, Bloomberg Initiative juga mendanai 13 negara lainnya, yakni China, Brazil, Meksiko, Vietnam, Rusia hingga Mesir. Di mana negara-negara tersebut diyakini memiliki tingkat konsumsi tembakau terbesar di dunia.

Berikut daftarnya penerima aliran dana untuk kampanye itu:

Dinas Kesehatan Bali Rp 2.110.664.190
Lembaga Demografi FEUI Rp 4.249.982.563
Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Rp 11.449.296.386
Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Rp 4.446.151.997
Indonesian Corruption Watch Rp 601.447.104
Forum Parlemen Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan Rp 3.687.462.577
Lembaga Indonesia untuk Pembangunan Sosial Rp 4.266.939.106
Asosiasi Kesehatan Masyarakat Indonesia, Tobacco Control Working Group Rp 16.315.338.387
Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Rp 9.344.551.888
Komisi Nasional Pengendalian Tembakau Rp 10.706.785.014
Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen Semarang Rp 3.506.880.323
Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Bali Rp 1.218.865.547
Lentera Anak Indonesia Rp 3.093.876.327
MEDICUSS Rp 373.945.208
Pusat Pengendalian Tembakau Muhammadiyah, UMY Rp 1.821.768.052
Komisi Perlindungan Anak Nasional Rp 10.584.425.691
Komunitas Antitembakau Rp 5.540.142.612
Raya Indonesia 339.622.553
Sekolah Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Universitas Udayana Rp 1.591.224.428
Pusat Penelitian Statistik, Ekonomi dan Sosial Negara-Negara Islam Rp 993.399.452
Yayasan Swisscontact Indonesia Rp 3.971.916.130
Badan Pengendalian Tembakau – Kenya Rp 1.337.315
Asosiasi Kesehatan Masyarakat Indonesia – Pusat Pengendalian Tembakau Rp 169.299.686
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Rp 11.247.480.827
Yayasan Pengembangan Media Anak Rp 461.853.907
Yayasan Pusaka Indonesia Rp 3.800.681.599

[tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge