0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Miris, Guru SMP Dibunuh Kawanan Preman Terminal

Ilustrasi pembunuhan (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Satu pelaku penusukan terhadap Tatang Wiganda (37) masih berkeliaran. Polisi saat ini sudah mengamankan dua pelaku yakni HWS dan RSG.

“Total pelakunya tiga,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus pada wartawan, Selasa (23/8).

HWS merupakan pelaku penusukkan terhadap guru SMP Yayasan Atikan Sunda (YAS) Bandung Tatang Wiganda (39). Preman terminal ini ditangkap setelah dipancing di depan Pos Polisi Cicaheum untuk mengambil motornya oleh anggota Polsek Kiaracondong. Sedangkan RSG yang memukul korban menggunakan bata ditangkap tidak lama setelah HWS.

Polisi saat ini terus memburu satu pelaku lainnya yang melakukan penganiayaan hingga hilangnya nyawa seseorang. Pelaku saat ini meringkuk di sel tahanan Mapolsek Kiaracondong.

“Belum saat ini kita masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lagi,” ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Winarto.

Sebelumnya, Tatang Wiganda (37) menjadi korban penusukan preman terminal. Diketahui Tatang adalah guru olah raga di SMP Yayasan Atikan Sunda (YAS) Kota Bandung. Saat kejadian, korban ini baru saja mengajar renang siswa-siswinya.

Insiden berdarah menimpa Tatang ini terjadi di Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Senin (22/8) pukul 16.00 WIB. Kepala Sekolah SMP YAS Mahdar mengatakan, saat kejadian korban ini tiba-tiba dihadang orang tidak dikenal selepas mengajar renang.

“Pulang mau kembali ke sekolah tiba-tiba ada yang nyegat di jalan. Katanya meminta uang,” ujar Mahdar di Rumah Sakit Santo Yusup Bandung, Senin (22/8).

Tak terima diperlakukan demikian, korban melakukan perlawanan. Saksi di sekitar sempat melihat bahwa Tatang sempat berkelahi dengan tiga orang yang diduga pelaku.

Kalah jumlah, Tatang pun melarikan diri. Dia terus dikejar pelaku hingga saksi luput dari pantauan.

Polisi menyebut korban tewas dengan luka tusuk. Tapi belum disimpulkan motif penusukkan tersebut. Mahdar meminta, pelaku bisa ditangkap dan dihukum seberat-beratnya.

“Kami minta usut tuntas kepada pihak kepolisian agar menangkap para pelakunya. Kita merasa kehilangan dan enggak nyangka akan seperti ini,” lanjutnya. [ary]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge