0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Serikat Pekerja Tolak Wacana Kenaikan Harga Rokok

(Ilustrasi) Rokok (dok.merdeka.com)

Solo – Wacana kenaikan harga rokok yang marak terjadi akhir-akhir ini mendapat respon dari Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (FS PRTMM) di Surakarta. Bahkan jika wacana itu akan ditetapkan, federasi tersebut siap melakukan penolakan keras kepada pemerintah.

“Karena isu yang berkembang terkait naiknya harga rokok itu tidak wajar. Pasalnya selain mengancam eksistensi pabrik rokok, juga akan memberhangus industri kecil dan menengah,” ujar Ketua FS PRTMM se Surakarta, Ahmad Yasir saat dihubungi wartawan, Senin (22/8).

Dirinya mengatakan, wacana kenaikan harga rokok yang mencapai Rp 50 Ribu per pak itu dianggap kontra produktif dan tidak berpihak pada semangat pembangunan nasional. Pasalnya, banyak rakyat yang selama ini mengandalkan pemasukan dari industri padat karya tersebut.

“Bagaimana jika pabrik tutup, lantas mata pencarian mereka selama ini harus dialihkan kemana? Apakah pemerintah juga mempertimbangkan hal itu,” jelasnya.

Menyikapi wacana yang berkembang itu, pihaknya meminta agar masyarakat bisa tetap tenang dan tidak perlu khawatir. Bahkan jika wacana pemerintah itu nantinya akan ditetapkan, FS PRTMM siap menolak kebijakan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge