0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bermasalah, Puluhan Penggaduh Sapi Diserahkan ke Kejari

Kabid Peternakan Disnakperla Wonogiri, Sutardi (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Ada tengara, puluhan peternak sapi gaduhan di Wonogiri kesandung masalah. Penyimpangan tersebut diduga terjadi sejak 2014 silam. Kini kasus tersebut sudah ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri.

“Karena itu tindak perdata maka tindakan penagihannya kita serahkan ke Kejari Wonogiri, karena sebelumnya kita sudah ada MoU dengan Kejari,” ungkap Kabid Peternakan Disnakperla Wonogiri, Sutardi, Senin (22/8).

Akhir 2014 tercatat ada 324 kelompok tani (Klomtan) penerima bantuan sapi gaduhan yang bersumber dana dari DAK, APBD Jateng dan APBD Kabupaten Wonogiri. Namun di akhir 2014, program bantuan itu macet total. Kemudian Disnakperla sempat berusaha mengajukan penghapusan bantuan ternak namun tidak disetujui pemerintah. Selanjutnya oleh dinas terkait, di tahun-tahun berikutnya program bantuan semacamnya dihentikan.

Menurutnya, ada sekitar 68 penggaduh yang bermasalah (macet), sehingga terpaksa teknis penagihan ditindaklanjuti oleh Kejari Wonogiri, lantaran penagihan melalui dinas mentok.

“Awalnya digulirkan 3.208 ekor sapi, lalu 2.090 sapi ternak pokok, kemudian dari angka tersebut, 699 ekor sapi afkir, 595 sapi mati dan 666 ekor sapi dijual oleh penggaduh,” ujarnya .

Kejari Wonogiri Tri Ari Mulyanto membenarkan adanya kasus gaduhan sapi tersebut. Pihaknya pun telah menerima laporan adanya sejumlah peternak sapi gaduhan yang macet. Kemudian, kata Kajari, kedua belah pihak akan dipanggil dilakukan pemeriksaan kasus dugaan sapi sistem revolfing.

“Dari pemanggilan kedua pihak itu akan bisa diketahui dimana akar masalahnya sehingga bisa diselesaikan baik-baik,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge