0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sidang Perdana Praperadilan Tersangka Obby Digelar

Mahasiswa Papua di Yogyakarta (ilustrasi) (merdeka.com)

Timlo.net – Sidang praperadilan penetapan tersangka tindak kekerasan, Obby Kogoya, digelar di Pengadilan Negeri Sleman, Senin (22/8). Sidang dimulai dengan pembacaan gugatan praperadilan oleh LBH Yogyakarta sebagai kuasa hukum mahasiswa Papua tersebut.

Gugatan berisi tentang dasar hukum gugatan praperadilan, kronologis penetapan tersangka dan gugatan atas penetapan tersangka yang dinilai tak memenuhi alat bukti yang sah.

Salah satu anggota tim kuasa hukum Obby Kogoya, Emanuel Gobay menjelaskan, ada beberapa kejanggalan dalam penetapan tersangka. Salah satunya Kepolisian terkesan tergesa-gesa dalam menetapkan tersangka.

“Tidak logis dalam rentang waktu dua jam setelah pemeriksaan, Obby Kogoya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Emanuel Gobay.

Menurut Emanuel Gobay, padahal saat penetapan tersangka penyidik tidak mampu menunjukkan dua alat bukti sah, salah satunya bukti visum polisi yang diduga mengalami kekerasan.

“Saat itu pada 15 Juli, kami sempat menanyakan visum kepada penyidik. Tapi sampai saat ini kami belum lihat hasil visum sama sekali,” ujarnya.

Dalam pembacaan gugatan praperadilan tersebut juga disebutkan bahwa Kepolisian semestinya memeriksa Obby Kogoya sebagai saksi penyelidikan, bukan sebagai tersangka. Selain itu gugatan praperadilan juga berisi prihal penangkapan Obby Kogoya dilakukan dengan tindak kekerasan.

“Semestinya sebelum dijadikan tersangka, Obby Kogoya terlebih dahulu dijadikan sebagai saksi penyelidikan atau calon tersangka,” ujar Emanuel Gobay.

Sebelumnya Obby Kogoya dijadikan tersangka oleh Polda DIY atas tuduhan melakukan kekerasan kepada aparat Kepolisian. Kejadian tersebut berlangsung saat peristiwa pengepungan asrama Papua di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta, (15/7).

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge