0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ketua REI Soloraya: Permintaan KPR Subsidi Seret

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Soloraya Anthony Abadi Hendro Prasetyo (dok.timlo.net/gg)

Solo — Permintaan properti, khususnya untuk kredit kepemilikan rumah (KPR) subsidi pada semester pertama terjadi penurunan 19,36 persen. Kondisi itu dipicu oleh daya beli masyarakat yang rendah akibat dari lesunya kondisi ekonomi.

“Lesunya permintaan properti karena perkembangan harga rumah tidak sebanding dengan laju pendapatan masyarakat. Sehingga wajar jika permintaan KPR subsidi seret,” ujar Ketua Real Estate Indonesia (REI) Soloraya Anthony Abadi Hendro Prasetyo, kemarin.

Oleh karena itu, dirinya berharap dengan adanya kebijakan BI yang melonggarkan Loan To Value (LTV) dapat memicu pertumbuhan permintaan. Hal itu mengingat, bisnis property adalah salah satu sector riil yang mempengaruhi laju ekonomi nasional.

Sementara itu dari data yang dihimpun dari BI Solo, pada semester pertama tahun ini untuk kredit pemilikan rumah (KPR) tipe 21 terjadi penurunan yang angkanya mencapai -19,36 persen. Di akhir Juni 2016, nilai KPR untuk rumah bersubsidi hanya mencapai Rp 961,680 miliar, jauh dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 1,192 triliun.

“Penurunan KPR subsidi itu terlihat sejak awal 2016. Januari capaian KPR subsidi mencapai Rp 1,043 triliun, Februari Rp 1,025 triliun, Maret Rp 1,018 triliun, April Rp 994,490 Miliar, dan Mei Rp 971,935 miliar,” ungkap Kepala BI Solo, Bandoe Widiarto.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge