0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tradisi Kuntulan, Ritual Selamatan Mata Air

Kesenian tari Kuntulan, digelar dalam rangka ritual menyelamatkan sumber mata air Umbul Langse dan Umbul Sungsang di Teras, Boyolali (timlo.net/nanin)

Boyolali — Warga Dusun Silem, Desa Kadireso, Teras, Boyolali menggelar tradisi Kuntulan, atau selamatan sumber mata air di Umbul Langse dan Umbul Sungsang. Tradisi ini digelar sebagai upaya agar sumber mata air di dua umbul tersebut tetap hidup.

“Selain sebagai wujud syukur karena mata air di Umbul Langse tidak mati, sekaligus ini sebagai upaya menyelamatkan sumber mata air,” kata Kades Kadireso, Muh Idris, Minggu (21/8).

Menariknya, dalam proses tersebut, dihadirkan kelompok kesenian Kuntulan, yang menyerupai dengaan kesenian tari Rodatan dengan iringan musik hadrah. Dimana di dalamnya berisi sholawat dan puji-pujian kepada sang pencipta. Sebelumnya, rombongan warga dengan berjalan kaki membawa jodang berisi tumpeng dan hasil bumi.

“Sepuluh tahun lalu, air di dua umbul ini mengering, kita gelar tradisi kuntulan, airnya terus membesar hingga sekarang,” tambahnya.

Umbul Langse dan Sungsang sendiri selama ini menjadi andalan bagi warga di empat desa. Tidak hanya untuk mandi dan cuci, namun juga digunakan untuk irigasi pertanian.

“Tradisi ini kita gelar sekaligus untuk melestarikan kesenian jawa,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge