0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tertarik Budidaya Singkong, Puluhan Petani Ini Studi Banding

Petani Boyolali belajar budidaya singkong di Wonogiri (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Puluhan petani asal Boyolali ngangsu kawruh alias belajar budidaya singkong di Wonogiri. Penyebabnya, petani singkong di Wonogiri sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah pabrik tapioka.

“Awalnya kita mendengar berita, kalau petani di Wonogiri bisa menjalin kerjasama dengan pabrik- pabrik tepung tapioka. Selain itu, kondisi tanah di Wonogiri yang marginal tidak lebih bagus dari Boyolali tapi kok bisa, produktifitas singkongnya lebih bagus ketimbang Boyolali,” ungkap Ketua Rombongan Petani Boyolali, Suyatno, Minggu (21/8).

Dari hasil studi banding itu, pihaknya mengetahui bahwa produksi singkong di Wonogiri ternyata bisa digenjot hingga 70 ton per hektar. Sementara di Boyolali, produksi singkong maksimal hanya 30 ton per hektar. Yang lebih menarik, manajemen petani singkong di Wonogiri telah mampu dan memiliki jaminan pemasarannya.

“Disini petani singkong sudah menerapkan sistem monokultur, kalau di Boyolali masih tumpang sari. Biasanya, hasil panenan singkong hanya untuk gaplek dan pakan ternak saja,” ujarnya.

Direktur Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Bangkit Kasava Nusantara, Sukatno mengatakan, saban hari kebutuhan singkong mencapai 2.000 ton, untuk empat suplai pabrik pembuatan tapioka di Wonogiri dan sekitarnya. Bahkan, sudah menjalin kerja sama dengan pabrik, sehingga memperoleh jaminan harga minimal Rp 1.000 per kilogram.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge