0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Rumor Megawati Restui Ahok, Bagaimana Sikap Koalisi Kekeluargaan?

Pasangan Ahok-Djarot (dok.timlo.net/gg)

Timlo.net – Beredar kabar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberi restu pada calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI 2017. Rumor tersebut muncul usai Ahok bertemu dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di markas PDIP 17 Agustus 2016.

Partai Gerindra yang menjadi bagian dari koalisi kekeluargaan telah menyatakan roda koalisi akan tetap berjalan meski PDIP pergi dan mendukung pasangan Ahok-Djarot atau calonnya sendiri. Pesaing bagi duet Ahok-Djarot pun telah disiapkan.

Dipilih lah nama Sandiaga Uno dan Sekda DKI Saefullah. Selain Gerindra, PPP juga tengah menunggu sikap PDIP soal siapa calon yang bakal diusung. Jika Ahok yang dipilih, partai berlambang kabah itu bersiap meninggalkan PDIP.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan DKI, Wiliam Yani mengatakan peluang pihaknya mendukung Ahok-Djarot masih terbuka. Bahkan, dia menyebut sebagian parpol di koalisi kekeluargaan akan mengikuti keputusan PDIP meski akhirnya mendukung Ahok-Djarot.

“Masih 50:50. Bisa saja yang di koalisi malah mendukung. Ada statement kalau ada keputusan apa pun dari PDIP, mereka akan ikut. Tapi mereka lebih seneng yang bukan Ahok,” kata Wiliam saat dihubungi, Sabtu (20/8).

Terkait usulan Partai Gerindra yang menyodorkan nama Sandiaga Uno sebagai calon bersama, Wiliam mengaku PDIP belum mengambil keputusan dan masih akan mempertimbangkan.

“Belum tentu Sandiaga Uno. Kita belum ada keputusan,” tegas Wiliam.

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M Taufik menyatakan partainya kini sedang menyiapkan duet Sandiaga dengan Sekda DKI Jakarta Saefullah.

“Kemungkinan besar Sandiaga Uno-Saefullah,” kata Taufik.

Taufik meyakini jika enam parpol di Koalisi Kekeluargaan, yakni Gerindra, PKS, PPP, PAN, PKB, dan Demokrat, akan merestui bakal calon pasangan Sandiaga-Saefullah ini.

Jika PDIP akhirnya akan mengusung calonnya sendiri dengan 28 kursi yang dimilikinya, Taufik yakin Koalisi Kekeluargaan akan tetap berjalan mengusung Sandiaga-Saefullah.

“Enam kan setuju. Kalau PDIP (mau maju) sendiri atau mau mendukung sendiri kita sudah punya Sandiaga-Saefullah,” kata Taufik.

Meski demikian, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini mengakui jika gagasan mengusung Sandiaga-Saefullah, baru dikomunikasikan secara informal dengan keenam partai lainnya di Koalisi Kekeluargaan tersebut.

“Sekarang Sandiaga Uno pasti. Insya Allah enam partai (koalisi kekeluargaan) sepakat Sandiaga Uno-Saefullah. Sandi-Saefullah untuk Jakarta beradab. Mantap kan? Sudah pasti jadi itu,” jelas dia.

Sedangkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta, masih menunggu sikap PDIP terkait calon gubernur yang akan diusung. PPP dan partai politik lain yang tergabung dalam koalisi kekeluargaan berharap PDIP mengusung Risma. Jika yang diusung Ahok, PPP akan meninggalkan PDIP.

“Saya ngomong soal sikap partai saya dulu saja ya. Prinsipnya PPP dari awal menunggu sikap PDIP karena yang jadi prioritas PPP sesungguhnya Risma. Ini konteks awal. Tapi kalau memang PDIP ternyata ke incumbent, itu kan hak PDIP. Maka PPP tidak akan ngikut PDIP lagi. Kita akan membangun komunikasi dengan teman-teman yang lain. Itu prinsip dasar buat PPP seperti itu,” kata Sekretaris DPW PPP DKI Abdul Azis.

“Yang jelas sudah jadi pendirian kita untuk tidak mendukung incumbent. Sehingga kalau PDIP mencalonkan selain incumbent, kita ikut. Selain incumbent kita ikut,” tegasnya.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge