0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kisah Putri Ismail Marzuki, Hidup Pas-pasan di Rumah Kontrakan

(merdeka.com)

Timlo.net – Rachmi Aziyah Ismail Marzuki adalah putri semata wayang Pahlawan Nasional Ismail Marzuki. Kehidupan bertolak belakang dialami Rachmi. Perempuan itu kini hidup serba pas-pasan dengan mengontrak di Perum Bappenas A12, RT 1 RW 6, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat.

Rachmi tinggal bersama suaminya dan dua orang keponakannya. Keempat anaknya sudah menikah dan memilih tinggal terpisah dengan mereka.

“Bapak (Ismail Marzuki) kerja di RRI, dan enggak pernah dapat pensiun. Ya begini hidup jadi pas-pasan,” kata Rachmi saat ditemui di rumahnya, kemarin.

Keterpurukan ekonomi itu bermula saat Ismail Marzuki menderita kanker paru-paru yang mengharuskan dirinya bolak-balik masuk rumah sakit. Rachmi mengisahkan, saat itulah ibunya-istri Ismail Marzuki, Eulis Zuraidah, mulai menjual satu per satu barang berharga untuk memenuhi kebutuhan pengobatan sang ayah.

Sepeninggal sang maestro, Rachmi dan ibunya terpaksa menjual rumah ayahnya di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat dan memutuskan untuk mengontrak di Pondok Labu, Jakarta Selatan. Sejumlah barang berharga hasil jerih payah sang bapak pun dijual untuk membiayai sekolah dan kehidupannya.

“Terpaksa saya menjual mobil, motor dan alat-alat, tapi bukan alat musik. Hanya piano, alat musik bapak yang dijual.”

Rachmi masih berusia 8 tahun saat ditinggal pergi sang ayah yang meninggal di usia 44 tahun, tepatnya pada 25 Mei 1958.

Kini, keriput makin kentara di wajah Rachmi. Namun, semangat bertahan hidupnya tak pernah lekang digerus zaman. Rachmi enggan meminta belas kasihan pada siapa pun, apalagi kepada keempat anaknya yang telah berkeluarga.

[tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge