0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Permintaan Tinggi, Harga Kurma Tak Terbendung

Pedagang kurma (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Memasuki musim haji 2016, sejumlah pedagang oleh-oleh haji di Kota Solo kebanjiran pembeli. Karena tingginya permintaan, menyebabkan harga sejumlah barang ikut merangkak naik.

“Permintaan oleh-oleh haji sudah mulai ramai sejak seminggu terakhir. Baik kurma, air zam-zam, perlengkapan ibadah maupun yang lain,” ujar Pemilik toko oleh-oleh Asshafa, Ali Joban kepada wartawan, Kamis (18/8).

Karena adanya lonjakan permintaan, dirinya mengaku harga kurma di pasaran turut terkerek naik. Bahkan jika dibandingkan dengan kondisi normal sebelumnya, kenaikan buah kurma melonjak hingga 50 persen.

“Hampir semua jenis buah kurma saat ini naik drastis. Kenaikan harga itu dipicu karena pasokan impor kurma tidak sebanding dengan tingginya permintaan,” jelasnya.

Kondisi yang sama juga dirasakan pedagang lainnya. Karyawati Toko Assegaf, Dewi Nikita mengatakan, lonjakan permintaan oleh-oleh haji mencapai 40 persen sejak sepekan terakhir. Karena tingginya permintaan, sejumlah harga barang khususnya kurma terkerek naik.

“Paling tinggi kenaikannya buah kurma. Kurma mesir dari sebelumnya Rp 35 Ribu per kilogram sekarang naik menjadi Rp 50 Ribu per kilogram. Kurma madu dari Rp 90 Ribu per kilogram, sekarang naik menjadi Rp 100 Ribu per kilogram. Kacang wustuk dari Rp 220 Ribu per kilogram sekarang menjadi Rp 240 Ribu per kilogram,” tandasnya.

Meskipun ada kenaikan harga barang, namun ia mengaku tidak mempengaruhi permintaan dari konsumen. Bahkan para pelanggan yang datang rela order jauh-jauh hari, agar nanti setelah tibanya di Tanah Air bisa langsung mengambil oleh-oleh yang diinginkan tersebut.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge