0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Begini Motif Pelaku Perusakan Patung Rohani

Petugas kepolisian berpakaian preman mencopot police line usai olah TKP di Gereja Katolik Gondangwinangun, Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Pelaku perusakan dua patung rohani berinisial R (21) di Gereja Katolik Santo Yusuf Pekerja Gondangwinangun, Kecamatan Jogonalan, Selasa (9/8) lalu, buka suara. Ia mengaku kesal dan marah kepada ibunya.

“Motifnya merasa kesal kepada ibunya,” ungkap Kapolres Klaten AKBP Faizal, Selasa (16/8) malam.

Berdasarkan pengakuan R, kata Kapolres, sang ibu saat itu meminta pelaku untuk membantu menyelesaikan pekerjaannya. Padahal kondisi kesehatan putra dari karyawan rumah tangga gereja (koster) ini sedang sakit.

“Dia mengaku sakit dan habis pulang berobat di Telgalyoso (RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro). Ibunya marah-marah terus kepada si R. Dia diminta ibunya membantu merampungkan pekerjaan sekolah ibunya yang berprofesi sebagai guru,” katanya.

Karena kesal, lanjut AKBP Faizal, Selasa (9/8), sekitar pukul 13.30 WIB, pelaku melampiaskan amarahnya. Ia keluar rumah menuju gereja dan membuang patung Bunda Maria ke sungai, serta menjatuhkan patung Yesus dari tempatnya semula. Kedua patung berukuran setinggi manusia tersebut sebelumnya berada di kanan kiri altar gereja.

“Bapaknya R istirahat, terus ibunya sedang mengerjakan tugas sekolah. Sedangkan keponakannya bermain Playstation. Rumah orang tua R ada di belakang bangunan gereja, dekat sungai. Latar belakang sementara yang kita simpulkan karena kesal kepada ibunya,” beber AKBP Faizal.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge